Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mengaku Dijebak Polisi untuk Antarkan Paket Sabu, Ojol Ini Ramai Apresiasi Warganet

Nawar Shabnam Kalila • Senin, 29 Juli 2024 | 19:22 WIB
Seorang pengemudi ojek online (ojol) di Lampung mengaku nyaris menjadi korban skema jahat oknum polisi untuk mengantarkan paket sabu-sabu.
Seorang pengemudi ojek online (ojol) di Lampung mengaku nyaris menjadi korban skema jahat oknum polisi untuk mengantarkan paket sabu-sabu.

RADARTUBAN – Seorang driver ojek online nyaris dijebak oleh oknum polisi di Lampung untuk mengantar paket yang diduga merupakan sabu. Dalam keterangan paket tertulis baju bayi namun ternyata isinya sabu-sabu.

Kronologis tersebut, pada hari Rabu (24/7) sekitar pukul 16.00 WIB, Makmuri, 29, menerima orderan via aplikasi Gojek untuk mengantarkan sebuah paket. Di paket tersebut tertera keterangan baju bayi.

Awalnya, dia merasa biasa saja dan menjemput paket tersebut di Jalan Ikan Selar, tepatnya di belakang Puskesmas Sukaraja, Bumi Waras, Bandar Lampung. Tujuan pengirimannya yaitu ke Perumahan Bumi Karomah Kemiling, Bandar Lampung.

“Setelah saya terima, saya lihat-lihat kok agak mencurigakan, saya buka dulu, saya goyang-goyangin kok ini baju lusuh, baju perempuan jelek, saya iket lagi, saya buru-buru ke sini untuk cari saksi” ujarnya ketika ditanyai mengenai kronologi awal kejadian pada Minggu (28/7).

Setelah di cek ternyata di dalamnya terdapat barang bukti satu plastik klip berisi sabu. Ia juga mengaku mengambil foto serta video untuk dilaporkan kepada BNN agar untuk segera ditindak lanjuti dan dirinya juga aman.

Kemudian dilakukan penggrebekan oleh pihak BNN yang menyamar menjadi seorang driver ojek online. Dikutip dari video yang dishare oleh akun X @kegblgnunfaedh.

”Sebelum masuk BNN sudah ada mobil putih yang menunggu di depan gapura, masuk lah kami, mulai lah penggrebekan dipegang lah orang itu oknum yang menerima barang, oknum polisi,” jelasnya.

Netizen menjadi semakin yakin bahwa dirinya menjadi korban jebakan oleh oknum polisi tersebut. Beruntung dia segera melapor dan terhindar dari kasus penyebaran narkoba.

“Jangan percaya polis, semua tukang penipu, ada duit baru jalan, tidak ada duit jangan harap mau urus anda kecuali di viralkan baru tunduk,” komentar pemilik akun X @PatriciaGow, yang muak dengan kinerja polisi.

“Anjir mau dijadiin tumbal dong, kelakuan kelakuan,” komen akun X @jancooeek, merasa bahwa driver ojek online tersebut dijebak oleh oknum polisi.

“Penegak hukum mana lagi yang bisa dipercaya, rakyat biasa dijebak begini, nggak punya hati,” tulis pemilik akun X @urvallerie yang ikut berkomentar pada postingan akun @kegblgnunfaedh.

“Kebetulan penerimanya polisi, Saya cek dari GetContact” ujar Makmuri ketika ditanyai dari mana ia mengetahui bahwa penerima merupakan seorang polisi.

Dilansir dari infobandungkota.com, Kepala BNN Provisi Lampung, Brigjen Budi Wibowo membenarkan penjelasan dari ojol tersebut, yang kemudian melakukan penggerebekan di tempat tujuan paket tersebut.

Baliau juga tidak membantah bahwa penerima paket yang diduga sabu dan dikirim melalui GoSend tersebut merupakan seorang oknum anggota kepolisian berinisial R yang sekarang tengah bertugas di Polsek jajaran Polresta Bandar Lampung.

Brigjen Budi juga membeberkan bahwa narkotika berupa sabu tersebut berukuran sekitar 0,5 gram. Kemudian dibungkus dengan menggunakan plastik klip berukuran kecil yang akhirnya sembunyikan antara baju-baju lusuh.

Meskipun begitu, Brigjen Budi membantah bahwa driver ojek online tersebut dijebak oleh oknum polisi tersebut untuk menjadi kurir narkoba.

Namun sama seperti pecandu narkoba biasanya, ia hanya sedang membutuhkan barang tersebut dan kebetulan yaag mengantarkan merupakan ojol. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#bnn #sabu #lampung #oknum polisi