RADAR TUBAN – Viralnya desain masjid yang dianggap agak lain karena berbeda dengan masjid pada umunya menjadi perhatian publik saat ini.
Menilik cuitan media sosial X (Twitter) @AYB_id membangikan unggahan foto sebuah masjid yang memiliki desain dengan lampu-lampu berwarna.
Selain desain masjidnya yang berbeda, terdapat juga beberapa hal lain yang dianggap janggal. Dalam cuitan yang sama, @AYB_id mengungkapkan bahwa ketika baru memasuki masjid, dia sudah merasakan ada hal yang tidak biasa mulai dari tatanan tempat hingga pengurusnya.
Tempat shalat antara laki-laki dan perempuan tidak dibedakan. Perempuan yang ada di sana pun tidak memakai hijab. Setelah selesai shalat, @AYB_id juga mengaku jika tempat shalat yang selesai ia gunakan langsung dipel dan dibersihkan oleh pengurus masjidnya. Bahkan, kamar mandi dan tempat ia duduk pun turut dibersihkan.
Setelah dia keluar, dari dalam masjid lantas memutar musik dengan suara kencang.
“Salah masuk Masjid, bekas sholat ada bapak-bapak yang buru-buru ngepel tempat sholat.. dan kamar mandi pun langsung dibersihkan,” tulis @AYB_id pada takarir unggahannya.
Cuitan tersebut lantas mengundang keramaian publik. Banyak dari warganet yang menduga bahwa masjid tersebut milik organisasi kemasyarakatan Islam LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia). Beberapa warganet juga membagikan pengalaman mirip ketika mereka melakukan ibadah di masjid yang diduga milik LDII.
Seperti halnya yang disampaikan @Lanche1212, “Dulu pernah pengalaman sholat di masjid LDII, diperlakukan sama kaya gini, bekas sholat langsung dipel sama marbotnya. Apa ini masjid LDII juga ya? Wkwk,” tulisnya pada kolom balasan.
Namun, komentar-komentar tersebut juga ditentang oleh banyak publik. Tidak sedikit yang mengungkapkan agar hati-hati dalam berasumsi lantaran dapat dianggap sebagai fitnah.
Sebagai seseorang yang berada di lingkungan LDII, @nuniyeo mengungkapkan bahwa masjid tersebut bukanlah masjid LDII lantaran masjid terkait masih merayakan milad nabi SAW.
“Oalah ini masjid bukan punya Muhammadiyah, bukan punya LDII, entah NU entah yang lain, soalnya ngerayain maulid nabi. Pada ngatain LDII, kasian amat LDII, tetanggaku 80% LDII soalnya, mereka sebaik itu,” katanya menjelaskan.
Komentar-komentar serupa juga dilayangkan oleh warganet lain. Terlebih lagi nama masjid dan lokasinya yang tidak dijelaskan sehingga unggahan dan keterangan yang diungkapkan pada cuitan tesebut tidak dapat menjadi landasan untuk menghakimi kelompok/organisasi tertentu. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama