RADARTUBAN - Belum reda kemarahan publik terkait kekerasan bayi di Daycare milik Meyta Iriyanti, kini masyarakat kembali disuguhkan kasus serupa.
Sebuah kasus penganiayaan anak diduga dilakukan di salah satu daycare di Pekanbaru menghebohkan publik dan memicu kecaman luas di media sosial.
Insiden ini terungkap setelah video yang menunjukkan tindakan kekerasan terhadap anak-anak di daycare tersebut viral di internet.
Para orang tua korban sangat terpukul dan menuntut keadilan bagi anak-anak mereka. Mereka merasa dikhianati oleh tempat yang seharusnya aman dan nyaman bagi anak-anak mereka.
Reaksi keras datang dari berbagai kalangan masyarakat termasuk netizen yang mengungkapkan kemarahan dan keprihatinan mereka di media sosial.
Kasus ini tidak hanya memicu kemarahan publik tetapi juga membuka mata banyak orang tentang pentingnya memilih tempat penitipan anak yang terpercaya dan memiliki standar pengawasan yang ketat.
Komentar pertama dari akun X @quickspace17 yang menyarankan diupload di komunitas supaya dibantu mengusut.
“Kak, up diluar komun aja, biar banyak yg bantu ngusut,” tulis akun X @quickspace17 pada Rabu (7/8).
Komentar kedua dari akun X @sundakentel yang menyatakan mengapa banyak kasus daycare seperti ini, apakah karena Indonesia tidak cocok dengan budaya daycare.
“Aneh deh, kok banyak ya kasus daycare kaya giniii apa sbetulnya indonesia ga cocok kah dengan budaya daycare gini,” tulis akun X @sundakentel pada Rabu (7/8).
Komentar selanjutnya dari akun X @tauraeans yang menyatakan jadi takut menitipkan adik didaycare.
“Jadi takut mau nitipin adek di daycare yaallahhh tapi ak ya harus kerjaaa,” Tulis akun X @sundakentel pada Kamis(8/8).
Kasus penganiayaan anak di daycare Pekanbaru yang viral setelah video kekerasan terhadap anak-anak di daycare tersebut tersebar telah menghebohkan publik dan memicu kecaman luas di media sosial.
Masyarakat termasuk netizen menunjukkan kemarahan dan keprihatinan mereka dengan beberapa menyarankan agar kasus ini diungkap lebih luas dan mendiskusikan kemungkinan ketidakcocokan budaya daycare di Indonesia. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama