RADARTUBAN - Masih ingat Ayumi Putri Sasaki? Seorang gadis muda berdarah Jepang-Indonesia yang mulai dikenal luas berkat perannya sebagai pembawa baki bendera merah putih dalam upacara peringatan HUT ke-77 RI tahun 2022 di Istana Merdeka.
Kecantikannya berhasil mencuri perhatian publik dan membuatnya viral di media sosial. Asal Banyuwangi, Ayumi dulunya merupakan siswi SMA Negeri 2 Taruna Bhayangkara.
Cita-citanya untuk menjadi seorang Polwan membuatnya mendaftar ke Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 2024. Sayangnya, ia tidak berhasil lolos pada tahap perankingan.
Meski demikian, Ayumi tidak patah semangat. Dia kini berfokus menjadi pelatih Paskibraka di tingkat provinsi. Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama generasi muda, untuk terus berjuang meraih cita-cita.
Pengalaman menjadi paskibraka nasional selama dua tahun berturut-turut telah membentuk karakter Ayumi yang tangguh. Namun, kegagalannya masuk Akpol menjadi pelajaran berharga. Ayumi harus belajar menerima kenyataan bahwa tidak semua usaha akan berbuah manis.
Ibunda Ayumi menceritakan bahwa putrinya sempat merasa terbebani dengan ekspektasi tinggi dari lingkungan sekitar. Banyak yang menganggap bahwa dengan prestasi sebagai paskibraka, jalan Ayumi menuju Akpol akan terbuka lebar. Namun, kenyataannya tidak semudah itu.
Kegagalan ini justru menjadi motivasi bagi Ayumi untuk terus belajar dan berkembang. Dia menyadari bahwa masih banyak hal lain yang bisa ia lakukan untuk berkontribusi bagi masyarakat.
Dua kali mengibarkan sang saka di Istana Negara adalah momen puncak dalam perjalanan Ayumi. Namun, di balik sorotan kamera, gadis berparas ayu ini juga harus menghadapi kenyataan pahit.
Gagal lolos ke Akpol, Ayumi belajar bahwa kesuksesan bukan hanya tentang mencapai tujuan, tetapi juga tentang proses belajar dan berkembang.
Dulu, Ayumi hanya membayangkan bisa menjadi paskibraka provinsi. Tak disangka, bakatnya membawanya hingga ke tingkat nasional. Namun, ekspektasi tinggi dari lingkungan sekitar sempat membuatnya terbebani.
Kegagalan masuk Akpol menjadi titik balik baginya untuk lebih rendah hati dan terus mengasah potensi diri.
Ayumi mengajarkan kita bahwa penting untuk tetap semangat meski menghadapi rintangan. Kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari sebuah perjalanan baru. Dengan semangat pantang menyerah, Ayumi yakin akan menemukan jalan terbaik untuk berkontribusi bagi bangsa. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama