RADARTUBAN - Video yang menunjukan sejumlah pendaki beramburan turun ketika tengah berada dipuncak gunung dukono yang sedang erupsi seketika menarik perhatian banyak masyarakat.
Video yang beredar di sosial media Instagram pada Minggu (18/8) menunjukan aktifitas erupsi gunung dukono dari kamera drone.
Terlihat pula belasan pendaki seketika berhamburan turun saat gunung dukono meyemburkan abu vulkanik.
Insiden tersebut terjadi saat momen 17 Agustus dan langsung membuat belasan pendaki yang ada di puncak kawah gunung aktif tersebut nyaris tersapu material erupsi gunung dukono, Maluku Utara.
Video insiden tersebut diunggah oleh akun instagram @anak_esa. Akun tersebut turut menyertakan peringatan untuk tidak summit ke kawah gunung dukono yang sedang erupsi.
Fakta tentang gunung ini, Gunung Dukono adalah salah satu gunung berapi yang terletak di Provinsi Maluku Utara, Indonesia. Berikut adalah beberapa fakta mengenai Gunung Dukono:
-
Lokasi dan Geografi: Gunung Dukono terletak di Pulau Halmahera, bagian dari Provinsi Maluku Utara. Gunung ini adalah bagian dari rangkaian gunung berapi di Ring of Fire (Cincin Api) Pasifik.
-
Tipe Vulkanik: Dukono merupakan gunung berapi tipe strato (stratovolcano) yang dikenal dengan aktivitas vulkaniknya yang intens. Stratovolcano adalah jenis gunung berapi yang memiliki bentuk kerucut yang curam dan biasanya dihasilkan dari letusan lava, abu, dan material vulkanik lainnya.
-
Aktivitas Vulkanik: Gunung Dukono terkenal dengan aktivitasnya yang terus-menerus. Sejak awal abad ke-20, Dukono telah mengalami beberapa letusan besar dan sering kali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan, termasuk erupsi, lontaran abu, dan aliran lava.
-
Ketinggian: Ketinggian Gunung Dukono mencapai sekitar 1.235 meter (4.083 kaki) di atas permukaan laut. Meskipun tidak setinggi beberapa gunung berapi lainnya di Indonesia, aktivitasnya tetap menjadi perhatian karena sering mengeluarkan material vulkanik ke udara.
-
Sejarah Aktivitas: Aktivitas vulkanik Dukono sudah tercatat sejak abad ke-19. Namun, letusan yang paling signifikan terjadi pada tahun-tahun terakhir ini dengan peningkatan frekuensi letusan dan produksi material vulkanik yang tinggi.
-
Dampak Lingkungan: Aktivitas Gunung Dukono dapat berdampak pada lingkungan sekitarnya, termasuk kualitas udara, pertanian, dan kehidupan sehari-hari masyarakat di sekitar. Abu vulkanik dari letusan dapat menyebar ke wilayah yang lebih luas, mempengaruhi kesehatan manusia, dan merusak tanaman.
-
Pemantauan dan Mitigasi: Gunung Dukono dipantau oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia serta institusi geologi lainnya. Pemantauan dilakukan untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat tentang kemungkinan bahaya dari aktivitas vulkanik dan untuk mengurangi risiko terhadap penduduk di sekitarnya.
-
Keberadaan di Alam: Selain aktivitas vulkanik, kawasan sekitar Gunung Dukono memiliki keanekaragaman hayati yang kaya, termasuk hutan tropis dan berbagai spesies flora dan fauna. Hal ini menjadikannya sebagai lokasi yang menarik untuk studi lingkungan dan ekosistem.
Gunung Dukono adalah contoh bagaimana gunung berapi dapat memiliki dampak yang besar terhadap lingkungan dan kehidupan manusia, serta pentingnya pemantauan dan penelitian untuk memahami dan mengelola risiko yang ditimbulkan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama