RADARTUBAN - Rusdi Kirana, pria kelahiran Jawa Barat pada 17 Agustus 1963 memulai debut eksistensinya dengan bisnis calo tiket pesawat yang diperjualbelikan dengan pendapatan per bulan hanya Rp 95 ribu saja.
Sedikit demi sedikit, bisnis Rusdi mulai berkembang pesat, dia berhasil membuat bisnis biro penjualan tiket, dengan nama biro Lion Tour dan kiprahnya semakin luar biasa.
Pada tahun 2000, saat usia Rusdi mencapai kepala tiga, dia membuka sebuah bisnis penerbangan dengan nama Lion Air, senada dengan nama bisnis penjualan tiket yang diberi nama biro Lion Tour.
Kepiawaiannya berbisnis, terutama dalam bidang penerbangan, membawanya sukses menahkodai bisnis tersebut hingga bercita-cita memiliki 1.000 pesawat.
Hal itu lantaran Rusdi ingin menggerakan bisnis penerbangannya.
Meskipun awalnya hanya mendapatkan gaji Rp 95 ribu per bulan, tetapi dengan bisnis penerbangannya tersebut ia melaju menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia.
Pria kelahiran Cirebon ini tidak puas begitu saja dengan pencapaiannya di dunia penerbangan.
Dirinya juga mencoba kiprahnya di dunia politik, hingga bergabung di Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB.
Sebuah partai politik yang awalnya di nahkodai oleh Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Rusdi juga mengaku berhutang kepada penggagas partai ini.
Tidak tanggung-tanggung, dalam karir politiknya, Rusdi menempati posisi sebagai Wakil Ketua Umum PKB, mendampingi Muhaimin Iskandar pada tahun 2014-2019.
Seiring dengan perkembangan Rusdi yang semakin pesat, perkembangan lainnya juga diikuti dengan dipilihnya Rusdi sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden 2014-2019.
Tentu perjalanannya tidak mudah, namun usaha keras itu dirasakan Rusdi berbuah manis. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama