Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gapura Triplek Rp 32 M di Konawe Sulawesi Tenggara Diklaim Pemprov Bisa Bertahan 25 Tahun, Meski Sudah Berlubang

Mohamad Anas Ali Wafa • Jumat, 20 September 2024 | 14:00 WIB

Tampilan gapura wisata di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara yang diklaim bisa bertahan 25 tahun.
Tampilan gapura wisata di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara yang diklaim bisa bertahan 25 tahun.

RADARTUBAN – Sebuah video di media sosial memperlihatkan kondisi Gapura Pantai Toronipa, Sulawesi Tenggara yang dibangun dengan menggunakan triplek yang kopong.

Gapura yang terlihat sangat megah tesebut kabarnya menelan dana fantastis sebesar Rp 32 miliar, namun disayangkan bangunan tersebut tidak dibangun dengan material yang kokoh.

Gapura ini awalnya dibangun sebagai akses utama menuju objek wisata Pantai Toronipa, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Dirancang menyerupai Tower Bridge di London, gapura ini diharapkan menjadi daya tarik wisatawan.

Namun, kerusakan yang sudah mulai tampak meski baru digunakan pada Februari 2024, mengundang banyak tanda tanya mengenai kualitas dan pengawasan selama proses pembangunannya.

Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram @memomedsos, tampak gapura wisata Pantai Toronipa itu rusak, dan terdapat beberapa bagian yang sudah bolong.

Perekam video mencoba merekam bagian dalam gapura tersebut lewat bagian yang bolong, dan terlihat bahwa bagian dalam gapura tersebut kopong dan banyak mengalami kerusakan.

“Selama ini mungkin banyak masyarakat yang mengira bahwa empat gerbang yang cukup besar ini dibangun atau dirancang dengan campuran beton yang utuh. Saya pun juga baru tahu bahwa ternyata di dalamnya kosong,” ucap perekam dalam video tersebut.

Terpantau banyak lubang-lubang pada gerbang tersebut, dan ukuranya bervariasi mulai dari kecil hingga besar.

Bahkan berdasaeerakan keterangan pengunggah video, bagian dalam gerbang tersebut telah dihuni oleh beberapa ekor ayam sehingga terkesan kumuh.

Video yang memperlihatkan kondisi gapura tersebut menuai reaksi keras dari warganet, ada yang mengkritik dan juga menduga adanya indikasi korupsi dalam pembangunannya.

“Rp 32 M dapatnya bangunan triplek? Wkwkwkwk….dana siluman. Sekian M-nya lari kemana coba tu kalau gak ke kantong pribadi pejabat,'' tulis akun @nugrahabudieka.

“Kandang ayam 32M," tulis akun @jamianto turut berkomentar.

Tidak hanya itu, warganet beramai-ramai menandai akun resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (@official.kpk), berharap ada penyelidikan terkait dugaan penyalahgunaan dana dalam proyek tersebut.

Menanggapi hal itu, Pemprov Sulawesi Tenggara melalui Kepala Dinas SDA dan Bina Marga Sulawesi Tenggara, Pahri Syamsul memberikan penjelasan terkait gapura di kawasan wisata Toronipa yang menghabiskan anggaran Rp 32 miliar.

Pahri menjelaskan bahwa gapura tersebut dari campuran semen dan fiber kaca atau GRC dengan kontuksi baja, Pahri mengklaim bahwa secara kontruksi gapura tersebut dapat bertahan hingga 25 tahun.

"Kenapa kosong di dalam (gapura), karena untuk sebagai tempat maintenance kalau ada kerusakan kita sediakan tangga di dalamnya untuk perbaikan gapura. Bahannya itu sampai 25 tahun, kalau beton kah susah dibentuk, ini kita pakai konstruksi baja," ujar Pahri.

Menurut Pahri kerusakan yang terjadi pada gapura tersebut disebabkan karena aksi vandalisme.

"Kami lihat sendiri di lapangan, rusaknya itu bukan faktor alam, (tapi) dirusak. Kami masuk di dalam kita temukan batu besar, di lempari dan kayak dipotong dengan sengaja. Itu vandalisme atau apa, tapi kenyataannya seperti itu," jelas Pahri.

Saat ini pihaknya juga sedang mengumpulkan bukti-bukti aksi perusakan gapura tersebut untuk kemudia di laporkan ke kepolisian. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#32 Miliar #sulawesi tenggara #gapura triplek #konawe