Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Presdir PTFI Klaim Jadikan Smelter Single Line di Gresik Jadi yang Terbesar di Dunia, Begini Serapan Tenaga Kerjanya

Nadia Nafifin • Selasa, 24 September 2024 | 17:00 WIB
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas.

RADARTUBAN - Pasca peletakan batu pertama Presiden Joko Widodo, pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE Gresik terus dikebut.

Setelah, 30 bulan kemudian, Presiden Jokowi meresmikan pengoperasian smelter PTFI yang terbesar di dunia, pada Senin (23/9).

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan, smelter milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE, Gresik, Jawa Timur, menjadi smelter single line terbesar di dunia.

Tony Wenas, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, mengatakan smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) yang terletak di Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE di Gresik, Jawa Timur, merupakan smelter single line terbesar di dunia.

"Ini smelter kedua, yang merupakan smelter single line yang terbesar di dunia. Dan ini bisa kami selesaikan tepat pada waktunya berkat rahmat tuhan yang maha esa dan juga dukungan seluruh pemangku kepentingan," kata Tony saat peresmian Senin kemarin.

Tony mengatakan, pembangunan smelter dengan nilai investasi Rp 56 triliun ini sejalan dengan komitmen PTFI dalam Izin Proyek Pertambangan Khusus (IUPK) yang diterbitkan pada 2018, yakni membangun smelter lagi di Indonesia.

Pembangunan juga merupakan bagian dari program hilirisasi yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

"Dan juga untuk mensuplai kebutuhan akan tembaga, terutama untuk ekosistem electric vehicle (EV), dan juga untuk kebutuhan transisi energi," ucap Tony.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) tersebut juga menyampaikan bahwa dimulainya produksi ini dapat menjadi dukungan besar bagi Indonesia untuk menggenjot energi baru terbarukan (EBT) untuk Indonesia.

"Itu (smelter PTFI dan PT Smelting) produksi katoda dan sebagainya dapat men-supply atau dapat memenuhi kebutuhan untuk pembangunan renewable energy, kalau untuk PLT surya itu sekitar 200 gigawatt, kalau untuk PLT bayu itu bisa 600 gigawatt, kalau untuk PLT hydro atau air itu sekitar 800 gigawatt setiap tahunnya,” ujar Tony saat peresmian.

Selanjutnya, jika kapasitas produksi maksimal yang diharapkan tercapai pada akhir tahun 2024 telah tercapai, smelter tersebut mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 2.000 orang yang terdiri dari 1.200 pekerja kontraktir dan 800 pekerja langsung PTFI.

Perlu diketahui, smelter baru PTFI dapat memurnikan konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi 1,7 juta ton.

Selain memproduksi katoda tembaga, smelter ini juga memproduksi lumpur anoda yang kemudian dimurnikan menjadi emas dan perak batangan serta logam golongan platina (PGM) di Pabrik Pengilangan Logam Mulia (PMR).

Hingga akhir Mei 2024, untuk investasi PTFI pembangunan smelter tembaga dengan desain single line terbesar di dunia nilai investasi mencapai Rp 56triliun. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#gresik #smelter #tenaga kerja #Presdir #Tony Wenas #ptfi #Kawasan Ekonomi Khusus #freeport indonesia