Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sosok Rudy Kurniawan; Pemalsu Wine Terbesar dalam Sejarah Dunia ternyata Orang Jakarta

Siti Nur Mukaromatun Nisa • Jumat, 27 September 2024 | 16:42 WIB

 

Photo
Photo

RADARTUBAN - Viral di media sosial X tentang sosok Rudy Kurniawan yang menjadi pemalsu wine terbesar dalam sejarah. Postingan tersebut diunggah oleh akun Pebmosby pada Rabu (25/9).

Saat ini postingan tersebut sudah dilihat sebanyak 2,2 juta orang, 1.800 memposting ulang, 144 memberikan kutipan, 3.986 memberikan markah dan 16 ribu memberikan like.

Laki-laki yang lahir pada 1976 tersebut ternyata berasal dari Indonesia. Dia lahir di Jakarta dengan nama Zhen Wang Huang.

Baru pada akhir 1990-an ia pindah ke Amerika Serikat. Ketertarikannya pada wine terus berkembang.

Ia yang lihai dalam mencicipi, memberikan rekomendasi, dan menilai kualitas wine, bahkan dari botol yang sudah lama disimpan, membuatnya dijuluki "Bocah Ajaib".

Hal tersebut menjadikannya bagian dari kelompok eksklusif para kolektor wine kaya di Los Angeles. Bahkan ia dengan cepat masuk dalam lelang-lelang wine ternama.

Namanya melesat di kalangan kolektor wine kelas dunia era 2000-an.

Ia sering menjual dan membeli wine di acara lelang yang diselenggarakan rumah lelang besar seperti Acker Merrall & Condit.

Ia bahkan sering menghabiskan jutaan dolar untuk mengokoleksi wine langka dan mahal dari Burgundy dan Bordeaux, dua wilayah penghasil wine terbaik di Prancis.

Pada lelang tahun 2006, Rudy menjual koleksi wine pribadinya dan berhasil meraih angka lebih dari $10 juta.

Ia memiliki koleksi-koleksi yang dianggap sangat istimewa karena terdiri dari botol-botol langka yang jarang terlihat di pasaran, termasuk wine-wine dari abad ke-20 yang sulit ditemukan.

Penipuan memang selalu menemui jalan tidak mulus. Seperti pepatah "Sepandainya tupat melompat, ia pasti akan jatuh juga ".

Begitu pula dengan Rudy, pada Pada tahun 2013, dia diadili di New York, dan kasusnya menjadi perhatian internasional.

Terungkap selama persidangan, bahwa ia telah memalsukan ribuan botol wine yang bernilai jutaan dolar.

Banyak kolektor dan investor yang ditipu olehnya, seperti Bill Koch yang mengklaim telah menghabiskan lebih dari $2 juta untuk wine palsu.

Rudy pun dijatuhi hukuman penjara 10 tahun dan membayar ganti rugi sebesar $28,4 juta kepada para korban yang tertipu.

Persidangan tersebut hasil dari penggerebekan yang dilakukan Federal Bureau of Investigation (FBI) pada tahun 2012 di rumah Rudy di Los Angeles. Ternyata ia membuat laboratorium wine di rumahnya.

Ia menyampurkan wine murah dengan wine lain untuk meniru rasa dari wine mahal. Bahkan ia memalsukan label botol, dan mencetak ulang label wine terkenal agar seolah-olah botol tersebut berasal dari tahun dan produsen tertentu.

Pencinta wine tidak lagi perlu risau, belajar dari peristiwa Rudy, teknologi verifikasi wine yang lebih canggih dimunculkan.

Sekarang, lebih banyak produsen wine yang menggunakan sistem pelacakan botol yang sulit dipalsukan. Contohnya: chip RFID dan label unik yang dapat dilacak secara digital. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Rudy Kurniawan #jakarta #pemalsu wine