RADARTUBAN - Polisi mengungkapkan bahwa korban persetubuhan yang merupakan seorang siswi MAN, mengalami trauma sangat mendalam akibat kejadian viral link video mesum Gorontalo.
Tersebarnya video asusila tersebut telah memberikan dampak psikologis yang buruk bagi korban.
Kapolres Gorontalo AKBP Deddy Herman menjelaskan bahwa korban mengalami trauma yang sangat mendalam dan menjadi sangat tertutup.
Sehingga mengalami kesulitan untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, termasuk teman-teman sekelasnya.
Deddy menuturkan, Dinas P3A Gorontalo telah mengerahkan tim psikolog untuk memberikan pendampingan intensif kepada korban.
"Korbannya mengalami trauma, ketakutan serta mengalami rasa malu akibat telah dilecehkan dengan cara disetubuhi hingga akhirnya kejadianmenjadi viral. Dinas P3A tentunya akan melakukan pendampingan psikologi dan memastikan dan menjamin anak tersebut tetap bersekolah," kata perwira berpangkat melati dua di pundak itu.
Deddy menyampaikan bahwa penyebaran video tersebut dapat berdampak buruk pada psikologis korban dan keluarganya.
Beliau juga mengingatkan bahwa tindakan menyebarkan konten yang melanggar hukum dapat berkonsekuensi hukum.
Oleh karena itu, Kapolres mengimbau masyarakat untuk menghapus video tersebut dan tidak lagi membicarakan link video mesum Gorontalo di media sosial. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama