RADARTUBAN - Yayasan Batik Indonesia (YBI) melalui akun instagramnya @ybi.official mengunggah serangkaian acara perayaan Hari Batik Nasional (HBN) 2024 yang diperingati pada Rabu (2/10).
Acara tersebut digelar dari tanggal 2 sampai 6 Oktober di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.
Di antara rangkaian acara tersebut adalah Styling Guide bersama Adi Surantha, Thalkshow HBN 2024 x Industrial Festival 2024 Batikology bersama Putri Komar, Fashion Show Pesona Batik Gedog Tuban, dan lain sebagainya.
Warga Tuban Jawa Timur patut bangga sebab batik khas daerahnya yakni batik Gedog menjadi ikon Hari Batik Nasional 2024 dengan tema "Bangga Berbatik".
Batik Gedog Tuban dipilih sebagai ikon HBN karena merupakan salah satu warisan budaya yang langka di Indonesia. Batik tersebut dipengaruhi budaya Tiongkok, karena menampilkan burung Phoenix lewat motifnya.
"Akulturasi budaya tersebut dipicu oleh posisi Tuban yang sempat menjadi pintu masuk pendatang asal Negeri Tirai Bambu di masa lalu. Proses pembuatan batik pun cukup unik, yaitu masih menggunakan benang katun yang dipintal dari tanaman kapas yang tumbuh subur di Tuban," papar Febriana Feramitha selaku Ketua Panitia Pelaksana HBN dalam jumpa media di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis (26/9), dikutip dari liputan6.
Adapun pemilihan tema "Bangga Berbatik" bertujuan untuk mendukung para pengrajin dan pengusaha produk batik dengan memotivasi masyarakat Indonesia untuk menggunakan dan mempopulerkan batik di setiap aktivitas.
Berikut ini fakta menarik dari batik Gedog Tuban yang wajib diketahui:
1. Asal Mula Nama Gedog
Batik khas kota yang juga dijuluki sebagai Bumi Wali ini memiliki nama Gedog yang bersumber dari suara saat proses membatik.
Para pengrajin batik memintal kapas menjadi benang, dan dianyam menjadi kain dengan alat manual. Dari alat tersebut keluar bunyi "dog, dog". Berasal dari bunyi tersebutlah nama Gedog diambil.
2. Proses Pembuatan 3 Bulan
Untuk menghasilkan batik yang sangat indah, batik Gedog menggunakan kain tenun bertekstur dan membutuhkan proses pembatikan yang panjang sebab menggunakan tangan.
Hal pertama yang dilakukan adalah memintal benang dengan alat bernama Jontro.
Kemudian baru direbus dan dikanji. Setelah itu dikeringkan, disikat dan diingan (diulur atau diurai).
Proses selanjutnya adalah mengukur panjang (Hani/Manen). Lalu proses (Nyurup dan Ngelap) untuk meluruskan benang. Digulung, lalu dimasukkan dalam dalam alat Kemplongan.
Baru kemudian ditenun. Setelah menjadi kain tenun, baru mulai bisa untuk dibatik dengan malam.
3. Motif Beragam dan Mempunyai Makna Sejarah
Ada banyak motif batik Gedog Tuban seperti yang disebutkan di atas yaitu motif Phoenix.
Akulturasi budaya tersebut dipicu oleh posisi Tuban yang sempat menjadi pintu masuk pendatang asal Negeri Tirai Bambu di masa lalu.
Selain itu, ada motif Panji Serong yang dipengaruhi oleh Kerjaan Majapahit. Hal itu disebabkan karena Tuban merupakan daerah di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit pada abad ke 12 sampai 16.
Batik Gedog juga memiliki banyak makna seperti makna keselamatan yang terdapat pada motif lok can, motif kolo rambat, dan mupun motif kembang waluh.
Selain bermakna keselamatan, batik Gedog juga memiliki makna kebahagiaan, seperti yang terdapat pada motif owal-awil, motif klopo sekanthet, dan motif ganggeng.
Makna kehidupan juga dimiliki batik Gedog seperti yang terdapat pada motif lar wongo, motif kembang jeruk, dan maupun motif krompol.
4. Memiliki Berbagai Macam Fungsi
Ada banyak sekali fungsi batik Gedog, di antaranya sebagai selendang, tapih, hantaran pernikahan, baju, dan lain sebagainya.
5. Memiliki Banyak Khasiat
Batik Gedog Tuban yang berupa selendang selimun dipercaya mampu menyembuhkan demam. Orang yang demam tinggi akan diselimuti dengan selendang selimun agar panasnya turun.
Selendang motif lok can berguna untuk menyelimuti seseoranng yang disengat kalajengking.
Adapun selendang motif kembang waluh dipakai untuk upacara ritual membuang sial.
6. Dijual dengan Harga Sampai 6 Juta
Dikarenakan rumitnya proses keterampilan pembuatan batik Gedog tersebut, harga yang ditawarkan untuk Batik Tenun Gedog mencapai Rp 100 ribusampai Rp 6 juta untuk sutera tenun warna indigo.
Mari berbangga memakai batik sebagai warisan budaya! (*)
Editor : Yudha Satria Aditama