RADARTUBAN - Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sepertinya terus mencari formulasi paling tepat untuk menjalankan program makan siang gratis yang digelorakan saat kampanye.
Termasuk memasukkan susu ikan ke dalam variasi menu.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa menu susu akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.
Susu ikan akan diuji terlebih dahulu sebelum ditambahkan ke dalam menu program makan bergizi gratis.
Menurut dia, daerah yang memiliki potensi produksi susu akan mendapatkan susu sapi. Sedangkan daerah dengan sumber protein ikan yang melimpah berpotensi menerima susu ikan.
"Nanti kami akomodasi. Tapi, seluruh produk yang masuk di Program Makan Bergizi Gratis itu selalu melalui uji coba. Jadi nanti kami uji coba dulu," kata Dadan usai kegiatan BNI Investor Daily Summit 2024 di Jakarta, Selasa (8/10), seperti dikutip dari Antara.
Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong agar susu ikan dapat dimasukkan ke dalam program ini.
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Budi Sulistyo, menyebut susu ikan sebagai salah satu sumber minuman kaya protein yang dapat menjadi solusi untuk memenuhi gizi anak-anak.
Menurutnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Badan Gizi Nasional telah memahami manfaat susu ikan, sehingga hal ini bisa dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam program makan bergizi.
Budi menyebutkan bahwa Program Makan Gratis akan melibatkan ahli gizi. Saat ini, berbagai jenis menu yang akan disajikan sedang dalam tahap persiapan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama