RADARTUBAN – Tunjangan kinerja (tukin) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) dikabarkan akan naik 100 persen.
Kenaikan ini telah disetujui oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) setelah mempertimbangkan sejumlah evaluasi kinerja.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, setelah bertemu dengan Menteri PAN RB Abdullah Azwar Anas.
Airlangga mengonfirmasi bahwa kenaikan tunjangan kinerja tersebut sudah diterapkan. “Kenaikannya 100 persen, tukin sudah-sudah naik,” ujar Airlangga dengan penuh optimisme.
Kenaikan tukin ini berdasarkan evaluasi hasil Indeks Reformasi Birokrasi (RB) dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2023.
Kemenko Perekonomian meraih predikat Memuaskan dengan kategori A pada Indeks RB dan predikat Sangat Baik dengan kategori BB pada capaian SAKIP.
Azwar Anas menyampaikan bahwa reformasi birokrasi di Kemenko Perekonomian telah diimplementasikan dengan baik, terutama dalam akselerasi program-program prioritas Presiden.
"Kemenko Ekon telah mencapai loncatan dalam Indeks RB dan SAKIP, menjadikannya salah satu kementerian dengan kinerja tertinggi," ujar Anas.
Namun, dia menambahkan bahwa masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, khususnya terkait simplifikasi aplikasi dan operabilitas.
Kenaikan tunjangan ini juga didukung oleh hasil evaluasi Kemenhub yang berhasil menyederhanakan lebih dari 300 aplikasi menjadi hanya 9 aplikasi.
Meski demikian, Anas tidak mengungkapkan besaran kenaikan tukin Kemenhub secara rinci untuk menghindari kecemburuan dari kementerian lainnya.
Kenaikan tukin ini dianggap sebagai langkah positif dalam mendukung peningkatan kinerja aparatur negara sekaligus mengapresiasi upaya reformasi birokrasi yang telah dilakukan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama