RADARTUBAN - Selasa, 15 Oktober 2024, menjadi hari bersejarah bagi Kaesang Pangarep dan Erina Gudono yang menyambut kelahiran anak pertama mereka di RSU Bunda Jakarta.
Buah hati yang diberi nama "Bebingah Sang Tansahayu", lahir dengan weton Selasa Kliwon, yang dalam tradisi Jawa dipercayai memiliki pengaruh besar terhadap karakter dan masa depan seseorang.
Weton Selasa Kliwon dianggap memiliki energi spiritual dan karakteristik yang kuat. Orang yang lahir di weton ini dikenal berjiwa pemimpin, berani, tegas, dan punya kharisma tersendiri.
Dikutip dari berbagai sumber, orang yang lahir pada hari dan weton ini diyakini mempunyai kecerdasan, dibekali intuisi yang tajam, dan diberkahi dengan penglihatan batin..
Ramalan Masa Depan Berdasarkan Weton Selasa Kliwon
Kepercayaan Jawa tentang weton Selasa Kliwon juga meramalkan bahwa mereka yang lahir di hari ini memiliki perjalanan hidup yang dinamis dan penuh tantangan.
Dalam kehidupan karier, berpotensi sukses dalam bidang kepemimpinan atau manajemen, karena sifat mereka yang tegas dan cenderung disegani oleh orang-orang di sekitarnya.
Keistimewaan Selasa Kliwon pun dianggap berpeluang besar untuk mencapai keberhasilan dalam bidang yang membutuhkan ketegasan dan kekuatan mental, seperti karier politik, bisnis, atau militer.
Kelahiran Anak Kaesang dan Erina di Weton Selasa Kliwon
Dengan lahirnya anak Kaesang Pangarep dan Erina Gudono pada weton Selasa Kliwon, diharapakan dapat bernasib baik. Bayi ini dipercaya tumbuh dengan karakteristik dan jiwa kepemimpinan yang kuat.
Bebingah Sang Tansahayu, nama yang disematkan kepada bayinya juga sebagai pelengkap dari keseluruhan makna weton yang diyakini akan membentuk masa depan sang anak.
"Bebingah" bermakna kebahagiaan. Sementara "Sang" yaitu kehormatan, dan "Tansahayu" adalah senantiasa. Dari penggalan arti namanya, ada doa tersirat yang dipanjatkan oleh anak bungsu Presiden Jokowi.
Merujuk ramalan Jawa, Kaesang dan Erina pasti menantikan bagaimana perjalanan hidup putri mungilnya di masa depan. Berharap, ia akan membawa pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama