Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Hari Pangan Sedunia 2024; Momentum Harus Peduli Pangan Lokal

Siti Nur Mukaromatun Nisa • Kamis, 17 Oktober 2024 | 04:20 WIB
Ilustrasi Hari Pangan Sedunia.
Ilustrasi Hari Pangan Sedunia.

RADARTUBAN - Hari Pangan Sedunia, yang diperingati setiap 16 Oktober, adalah sebuah peringatan internasional untuk meningkatkan kesadaran mengenai isu kelaparan dan kekurangan pangan di seluruh dunia.

Peringatan ini didirikan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, yaitu Food and Agriculture Organization (FAO).

 

Berikut ini sejarah, tujuan, dan tema Hari Pangan Sedunia:

 

Sejarah Hari Pangan Sedunia

Sejarah Hari Pangan Sedunia menunjukkan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia setelah udara dan air. Oleh karena itu, setiap individu berhak atas akses terhadap makanan yang cukup.

 

Hak asasi manusia, termasuk hak atas pangan, kehidupan, kebebasan, pekerjaan, dan pendidikan, telah diakui oleh Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia serta dua perjanjian internasional yang bersifat mengikat secara hukum.

 

Untuk mendukung hal tersebut, pada konferensi FAO ke-20 yang berlangsung di Roma pada November 1976, diadopsi resolusi Nomor 179 mengenai Hari Pangan Sedunia. Dalam resolusi ini, ditetapkan bahwa mulai tahun 1981, setiap 16 Oktober akan diperingati sebagai Hari Pangan Sedunia.

 

Resolusi ini disetujui oleh 150 negara, termasuk Indonesia. Tanggal 16 Oktober dipilih karena bertepatan dengan hari pembentukan FAO.

 

Tujuan Hari Pangan Sedunia

Tujuan Hari Pangan Sedunia menurut Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat, adalah untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat internasional terhadap pentingnya menangani masalah pangan di tingkat global, regional, dan nasional.

Peringatan ini juga bertujuan untuk mengatasi kelaparan di seluruh dunia.

 

Tema Hari Pangan Sedunia

FAO menetapkan tema yang berbeda setiap tahun untuk merayakan Hari Pangan Sedunia. Pada tahun 2024, tema yang diusung adalah "Hak Atas Pangan untuk Kehidupan yang Lebih Baik dan Masa Depan yang Lebih Baik." 

 

Tema tersebut dipilih berdasarkan tantangan pangan yang dihadapi dunia saat ini, di mana sekitar 733 juta orang mengalami kelaparan akibat perubahan iklim, konflik, penurunan ekonomi, ketidaksetaraan, dan pandemi.

Dampak paling berat dirasakan oleh masyarakat miskin dan kelompok rentan, terutama keluarga petani, yang mencerminkan ketidaksetaraan yang meluas baik di dalam maupun antar negara.

 

Salah satu menerapkan tema tersebut adalah dengan peduli pangan lokal. Ada berbagai macam alasan untuk peduli pangan lokal. Berikut ini alasannya:

 

1. Banyaknya Aneka Ragam Pangan Lokal

Indonesia memiliki pangan lokal dengan lebih dari 77 sumber karbohidrat, 389 jenis buah-buahan, 228 jenis sayuran, 75 sumber protein, 26 jenis kacang-kacangan, dan 110 jenis rempah dan bumbu.

Bukankah sangat disayangkan jika masyarakat Indonesia tidak memanfaatkannya secara baik dan tentu saja dengan terus menjaga kelestariannya?

2. Meningkatkan Kualitas Gizi

Jika mengonsumsi pangan lokal yang beragam, berarti memiliki kesempatan yang lebih besar untuk memperoleh gizi dari berbagai macam sumber pangan. Makanan variatif yang seimbang membantu memenuhi kebutuhan nutrisi secara lebih lengkap.

3. Aksebilitas Pangan Merata dan Terjangkau

Makanan sehat tidak perlu mengeluarkan dana yang besar. Tanah Indonesia adalah tanah surga; ranting, kayu dan batu pun bisa jadi tanaman. Masyarakat bisa menanam sayur, sumber karbohidrat, buah-buahan dan kacang-kacangan.

 

Bahkan Indonesia memiliki laut dengan luas wilayah mencapai 5,9 juta km², termasuk Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Rinciannya meliputi 2,8 juta km² untuk kepulauan, 0,4 juta km² untuk laut teritorial, dan klaim atas Landas Kontinen di luar 200 mil seluas 3.500 km² di sebelah barat Aceh.

 

Betapa laut seluas itu menyimpan aneka ragam jenis hewan air yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan.

 

Indonesia juga kaya akan hewan darat yang bisa diternak untuk konsumsi pribadi maupun dalam skala besar.

4. Mendukung Perekonomian Daerah

Dengan membeli pangan lokal dari petani, peternak, maupun pelaku dagang, tindakan tersebut termasuk dalam mendukung perekonomian daerah.

 

Mari peduli pangan lokal untuk kebermanfaatan bersama dan Indonesia yang lebih maju. Di dalam tubuh yang sehat, ada jiwa yang kuat. Berantas kelaparan dengan peduli pangan lokal. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#kesadaran #manfaat #hari pangan sedunia