RADARTUBAN - Menjelang berakhirnya masa jabatan dalam mendampingi Presiden Jokowi lima tahun terakhir, Rabu (17/10) KH Maruf Amin berpamitan.
Ma'ruf berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendampinginya, merampungkan dan meringankan pekerjaannya selama menjabat sebagai wakil presiden lima tahun ini.
"Saya kira sekali lagi menyampaikan terima kasih dan mohon maaf apabila banyak hal yang saya tidak bisa memberikan dalam kepemimpinan saya yang terbaik, ya terbatas itu,” kata Maruf Amin, Kamis (17/10)
Ma'ruf juga mengaku telah mengerahkan segala kemampuan yang dimilikinya dengan baik, untuk mengemban amanat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia selama lima tahun.
Dirinya mengaku sudah apa adanya dalam mengemban tugas, tidak ada yang dipoles atau tidak ingin personal branding. Lebih lanjut, Maruf juga mengatakan hal itu sama dengan kebohongan, jika tidak sesuai dengan kenyataan.
Mantan Ketua MUI itu mengaku tak ingin pamer pencapaian apa pun dan memilih menjalani kehidupan seperti biasanya.
"Kalau orang bilang harus di-personal branding, saya kira, tidak pernah buat saya, apa adanya saja. Itu lebih enak,” ujar dia.
"Jadi artinya tidak ada yang lebih zalim daripada suatu yang membuat kebohongan kepada Allah. Jadi tidak perlu,” lanjut dia.
Ma'ruf mengaku tak ingin dilebih-lebihkan, apalagi jika yang dikatakan tidak berdasar kenyataan. Menurutnya, jika kemampuannya hanya sebatas itu, maka tidak perlu dilebih-lebihkan.
"Yang sebenarnya saya cuma segini, terus dilebih-lebihkan itu jangan, itu namanya membuat kebohongan, itu jangan personal branding atau apalah," katanya. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama