Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kominfo Berubah Jadi Komdigi, Bisakah Menteri Meutya Hafid Perangi Judi Online dan Jamin Keamanan Data?

Daffa Maheswara Iswidono • Rabu, 23 Oktober 2024 | 02:45 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.

RADARTUBAN - Pemerintahan baru Presiden Terpilih Prabowo Subianto mengubah nama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjadi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Menteri Komdigi Meutya Viada Hafid, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Komisi I DPR RI, menambahkan fokus kerja baru yaitu menghadirkan internet yang ramah anak.

Meutya Hafid mengatakan bahwa ia menerima banyak masukan terkait kementerian yang sebelumnya dipimpin oleh Budi Arie Setiadi.

"Karena saya perempuan, saya tambah tidak hanya dua, tapi juga bagaimana internet ramah anak, bagaimana anak-anak kita bisa terlindungi dari human trafficking, pornografi anak, dan kekerasan anak. Itu juga akan menjadi fokus kita (Kementerian Komdigi) dalam pembenahan ulang digital," jelas Meutya di kantor Komdigi, Jakarta, Senin (21/10).

Tugas pokok dan fungsi kementerian yang dia pimpin yang masih akan dilanjutkan adalah memerangi aktivitas ilegal seperti judi online, pinjaman online (pinjol) ilegal, hingga keamanan digital.

"Kebetulan beliau [Presiden Prabowo] setelah saya sampaikan, kita tidak hanya memerangi judi online tapi juga internet yang ramah anak, yang melindungi anak," tambahnya.

Sebagai pembantu presiden di Kabinet Merah Putih, Meutya mengaku siap menjalankan amanah yang dititipkan oleh Prabowo.

"Kalau kita lihat dari pidato pertama beliau sebagai presiden kemarin tentang digitalisasi berbagai urusan pemerintahan, itu juga fokus beliau," terang Meutya.

Dalam pidato perdana sebagai Presiden usai pengucapan Sumpah Jabatan, Prabowo menyinggung beberapa isu termasuk teknologi digital.

Digitalisasi dapat bermanfaat dalam mengelola dan menyalurkan subsidi kepada masyarakat yang kurang mampu.

"Dengan teknologi digital, kita akan mampu memastikan subsidi sampai ke setiap keluarga yang membutuhkan. Tidak boleh aliran-aliran bantuan itu tidak sampai ke mereka yang butuh," jelas Prabowo.

Digitalisasi juga menjadi kunci untuk memberantas korupsi, karena akan memperbaiki sistem. "Dengan digitalisasi insyaallah kita akan kurangi korupsi secara signifikan," tegas Prabowo. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#komdigi #komisi i dpr #kominfo #Meutya Hafid