Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong Sebut Korea Selatan dan Ukraina 'Gila', Sebagai Tanda Peringatan Serius

Daffa Maheswara Iswidono • Rabu, 23 Oktober 2024 | 23:00 WIB
Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jon Un.
Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jon Un.

RADARTUBAN - Kim Yo Jong, yang merupakan adik perempuan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menyebut Korea Selatan (Korsel) dan Ukraina 'gila' setelah kedua negara tersebut menuduh Pyongyang mengirim pasukan untuk mendukung Rusia dalam konflik dengan Ukraina.

Dalam pernyataan yang disiarkan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Kim Yo Jong juga menuduh Korsel mengirim pesawat nirawak ke wilayahnya sebagai bentuk "provokasi militer."

Kim Yo Jong memperingatkan bahwa tuduhan terhadap negara bersenjata nuklir dapat mengarah pada "situasi mengerikan yang tidak terbayangkan oleh para politisi dan ahli militer di negara besar atau kecil mana pun."

Korea Utara menunjukkan kemarahan atas apa yang mereka sebut sebagai intrusi pesawat nirawak oleh Korsel di wilayah udaranya bulan ini.

Sebagai respons, Pyongyang telah memerintahkan unit artileri di sepanjang perbatasan untuk bersiap menghadapi potensi serangan.

Sementara itu, Seoul belum mengonfirmasi klaim Korea Utara terkait pengiriman pesawat nirawak melintasi perbatasan.

Pernyataan Kim Yo Jong muncul ketika Korsel mengungkapkan kekhawatiran mengenai kemungkinan pengiriman pasukan Korea Utara ke Ukraina, yang akan menandai langkah signifikan dalam memperkuat hubungan antara Moskow dan Pyongyang.

Namun, dalam pernyataannya, Kim Yo Jong tidak menyinggung tentang kemungkinan pengerahan pasukan.

Kim Jong Un telah berusaha memutuskan hubungan dengan Seoul, menutup peluang untuk penyatuan damai antara kedua negara.

Pekan lalu, Pyongyang meledakkan jalur komunikasi yang menghubungkan mereka dengan Korsel dan mengumumkan bahwa konstitusi baru kini menetapkan Korsel sebagai musuh negara.

"Tak seorang pun tahu bagaimana balas dendam kami akan berakhir," ujar Kim Yo Jong dalam pernyataannya. (*)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Korea Utara #Kim Yo Jong #kim jong un #nuklir #korea selatan #KCNA