Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Program 100 Hari Presiden dan Wakil Presiden Prabowo - Gibran, Apa yang Paling Utama?

Nadia Nafifin • Kamis, 24 Oktober 2024 | 15:05 WIB

 

Foto Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Foto Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

RADARTUBAN - Sebanyak 109 orang telak dilantik di dan resmi menjadi bagian dari Kabinet Merah Putih, yang terdiri dari 48 menteri, lima kepala lembaga negara setingkat menteri, serta 55 wakil menteri dan satu wakil kepala staf kepresidenan.

Setelah mereka dilantik, selanjutnya para pembantu presiden ini akan diberi pengarahan di Akademi Militer (Akmil) Magelang selama tiga hari mulai (24/10), untuk menyamakan visi pemerintahan.

"Yang saya tahu tanggal 24 (Oktober) itu ada penyamaan visi yang akan dilakukan di Akmil selama 3 hari. Setelah itu, (menteri) mulai bekerja," kata Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/10).

Dasco menuturkan, Prabowo akan menyampaikan langkah-langkah yang akan dilakukan selama lima tahun mendatang, khususnya dalam 100 hari pemerintahan. Prabowo ingin semua menteri memahami program-programnya.

"Pak Prabowo akan disana lebih menjelaskan tentang langkah-langkah yang akan dilakukan terutama mungkin dalam 100 hari kedepan dalam program-program yang menterinya harus paham, dan juga harus sangat mengerti mengenai apa-apa yang harus dilakukan," tutur Dasco.

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, menilai pentingnya implementasi delapan program prioritas yang tergabung dalam Asta Cita selama 100 hari pertama pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menurutnya, program-program yang telah dijanjikan saat kampanye tersebut harus segera diimplementasikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Ada delapan program prioritas dalam Asta Cita yang harus diutamakan, seperti pemberantasan korupsi, penegakan hukum, pengembangan SDM, pendidikan, ketahanan pangan, dan sebagainya. Itu semua harus di-breakdown dan diimplementasikan," ujar Ujang.

Selain itu, Ujang juga menyoroti beberapa kebijakan utama yang harus menjadi prioritas, seperti program makan siang gratis, ketahanan pangan dan energi, serta penciptaan lapangan kerja.

Stabilitas politik dan keamanan juga disebut sebagai aspek penting yang perlu diperhatikan oleh pemerintahan baru.

"Yang penting rakyat merasa aman dan damai. Pemerintah juga jangan membuat kebijakan yang kontroversial dan tidak pro-rakyat," ucapnya.

Lebih lanjut, Ujang memaparkan sejumlah tantangan besar yang dihadapi oleh pemerintahan Prabowo-Gibran, terutama di sektor ekonomi, seperti masalah defisit APBN, utang luar negeri yang tinggi, serta meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran.

"Ya, tantangannya di bidang ekonomi ya harus riil, harus nyata. Misalkan ingin mempersiapkan lapangan pekerjaan, ya siapkan. Lapangan pekerjaannya ada nggak?. Tambah lagi sekarang pengangguran yang lebih banyak muncul. PHK lebih banyak juga muncul di tahun ini dan tahun depan. Jadi banyak tantangan di sektor ekonomi itu," imbuh Ujang.

"Lalu hutang luar negeri banyak. APBN defisit. Setelah terjadi deflasi, kelas menengah juga turun, orang miskin banyak. Ya itu, di bidang ekonomi, bagaimana masyarakat bisa berusaha kenyang, bisa punya pekerjaan, itu yang harus dilakukan," sambungnya.

Beberapa menteri dan wakil menteri diketahui telah mengungkap program 100 kerja usai dilantik presiden terpilih Prabowo Subianto, di antaranya seperti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Budi Santoso hingga Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman.

Airlangga mengatakan bahwa Presiden Prabowo menugaskan beberapa program selama 100 hari ke depan, guna mendongkrak perekonomian dalam jangka menengah dan panjang.

"Tentu pak Prabowo meminta beberapa program terkait dengan perekonomian itu jangka menengah dan panjang," kata Airlangga saat ditemui di Istana Negara, ditulis Senin (21/10).

Dalam menjalankan tugasnya sebagai Menko Perekonomian di era kabinet baru, Airlangga diminta Presiden Prabowo untuk mempersiapkan kebijakan subsidi energi agar lebih tepat sasaran.

"Karena kalau bicara jangka pendek capaian angka indikator yang berdasarkan quarterly tapi kita diminta mempersiapkan ke depan ya tadi tantangan subsidi energi, bagaimana membuat kebijakan energi subsidinya itu tepat sasaran," ujarnya.

Airlangga juga siap membantu Presiden Prabowo untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi sebesar 8 persen dalam jangka menengah.

Untuk mencapai target ekonomi sebesar 8 persen diperlukan upaya untuk menurunkan angka kemiskinan Indonesia termasuk perlu dilakukan perbaikan gizi bagi anak-anak Indonesia.

"Tentu terkait dengan ekonomi makro supaya capaian pertumbuhan bisa dipacu lagi sehingga target 8 persen itu bisa dicapai dalam jangka menengah, dan angka-angka kemiskinan, gini rasio itu perlu ada perbaikan," pungkasnya.

Selain itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso menuturkan, pihaknya akan memacu industri lokal secara optimal, serta mengintegrasikan ke dalam rantai pasok global selama 100 hari pertama.

"Ekspor kita dalam 53 bulan selalu surplus. Maka dari itu, kita tingkatkan terus dengan cara memperluas pasar ekspor," ungkap Budi dalam kegiatan Serah Terima Jabatan Mendag di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Senin (21/10).

Target lainnya, adalah meningkatkan jumlah UMKM mencapai akses ke pasar internasional. Budi berharap, perwakilan Indonesia di luar negeri akan lebih aktif dalam membuka peluang ekspor bagi produk-produk lokal.

"Rasio kewirausahaan kita itu masih kecil ya, 3,47 persen," bebernya.

Budi mengingatkan, Indonesia memerlukan rasio kewirausahaan mencapai 12 persen untuk menjadi negara maju.

"Nanti kita bikin program-program baru (untuk UMKM)," imbuhnya.

"UMKM harus go global, mereka harus berani inovasi kemudian adaptasi," tambah dia.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, juga mengungkapkan mengungkapkan, dalam 100 hari pertama, ia akan membenahi dahulu struktur organisasi di Kementerian UMKM agar ke depannya dalam mengelola UMKM di Indonesia bisa berjalan dengan baik.

"Itu yang pasti yang paling utama, namun tanpa mengesampingkan aktivitas kebutuhan kita untuk melayani para pelaku-pelaku UMKM," kata Maman usai Serah Terima Jabatan.

Selain itu, Mantan anggota DPR RI ini mengatakan bahwa dirinya mendapatkan mandat dari Presiden Prabowo untuk membantu target pertumbuhan ekonomi Indonesia agar bisa mencapai 8 persen dengan meningkatkan kinerja di sektor UMKM.

"Kita ketahui dari sektor UMKM itu menyumbang tenaga kerja kurang lebih 90-95 persen dan itu sebagian besar sektornya informil. Artinya kita berkepentingan untuk menjaga sektor informil ini tidak goyang," ujarnya.

Dapat diketahui, Prabowo dalam berbagai kesempatan menegaskan ingin langsung bekerja usai dilantik menjadi presiden RI, termasuk menunaikan janji-janji kampanye-nya yang terangkum dalam 17 program prioritas dan delapan program hasil terbaik cepat. (*)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#akademi militer #program 100 hari #gibran rakabuming raka #menteri #prabowo subianto