RADARTUBAN - Ratusan pekerja PT Panca Mitra Multi Perdana (PMMP), menggeruduk kantor PT PMMP di Situbondo, Jawa Timur, Rabu (23/10).
Para karyawan pabrik yang terafiliasi Kaesang Pangarep, adik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menuntut gaji yang belum dibayar selama 3-4 bulan serta pesangon untuk karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Mereka berangkat berjalan kaki dari kantor Serikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) menuju pabrik pengelolaan udang.
Dikawal oleh aparat dari Polsek dan Polres Situbondo. Saat tiba di depan pabrik, mereka berorasi dan meminta manajemen keluar untuk menemuinya.
Para pengunjuk rasa mengacam akan mendirikan tenda untuk menduduki serta menutup akses jalan raya pantura, sebelum tuntutannya dipenuhi perusahaan.
20 perwakilan aksi telah mengikuti pertemuan lewat daring atau online, bersama direksi PT PMMP, untuk menyelesaikan tuntutan para karyawan tersebut. Namun, hingga sekarang belum ditemukan titik terang dari kedua pihak.
Sri, wanita asal Situbondo yang mengaku ikut unjuk rasa demi memperjuangkan hak-haknya berupa gaji dan pesangon PHK.
Karyawati tesebut menjelaskan, sudah tidak menerima gaji selama 9 bulan. Besarannya Rp2 juta/bulan.
"Ya tinggal dikalikan sembilan bulan saja mas," katanya.
Selain itu ada juga Yusuf Risman Hadi, yang mengaku karyawan PMMP, mengungkapkan gaji yang belum dibayarkan PMMP, rata-rata 4 bulan. Yusuf yang kena PHK pada September lalu, tunjangan dari BPJS Ketenagakerjaan belum turun hingga hari ini.
"Ya kami tidak dapat, karena tidak dibayar. Makanya tadi saya tanyakan uang BPJS yang dipotong itu dikemanakan," ucapnya.
Yusuf menyatakan selama ini sudah sering kali ada kesepakatan bermaterai antara karyawan dengan pihak perusahaan. Tetapi dia menganggap kesepakatan selalu dilanggar pihak perusahaan.
"Sudah tiga pernyataan bermaterai dan sekarang ini masih perjanjian lagi. Jadi tidak ada kesepakatan," ujarnya.
Manager HRD PMMP, Eko mengatakan, para pekerja ini menuntut keterlambatan gaji, jadi bukan karena gaji yang belum dibayarkan.
"Ini terjadi karena kondisi perusahaan ini sedang sakit, sehingga terjadi keterlambatan gaji itu," katanya.
Eko mengatakan persoalan ini berkaitan dengan market. Perusahaan tidak bisa mengekspor ke Amerika dan perusahaan mengalami penyusutan hingga mencapai 70 persen.
"Market kita tinggal 30 persen, yaitu untuk Jepang dan lokal," imbuhnya.
Eko mengaku, perusahaan memiliki tunggakan gaji kepada para karyawan. berdasarkan hasil meeting, sudah ada kesepakatan yang disesuaikan kemampuan perusahaan.
"Tunggakan gaji itu akan dibayar setiap satu minggu sekali," pungkasnya.
Berdaarkan laporan keuangan kuartal II-2024, PMMP memang didera kesulitan keuangan. Karena adanya kerugian Rp 210 miliar. Kerugian ini dipantik anjloknya penjualan udang.
Di perusahaan ini, Kaesang mengempit 8 persen saham PMMP lewat PT Harapan Bangsa Kita atau GK Hebat, pada 8 November 2021.
Kala itu, Kaesang memborong 188,24 juta saham yang dibanderol Rp 490 per lembar. Total dana yang dikeluarkan sekitar Rp 92,2 miliar.
Sedangkan GK Hebat yang berdiri akhir 2019 itu, merupakan kongsi dari 3 perusahaan, yakni PT Siap Selalu Mas milik Kaesang dan Gibran, PT Wadah Masa Depan terafiliasi Keluarga Gandhi Sulistiyanto (Sinar Mas), dan PT Gema Wahana Jaya milik Keluarga TP Rachmat, salah satu orang terkaya di Indonesia. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama