Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mengenal Kakek Prabowo Subianto, Tokoh yang Berperan Penting Dalam Sejarah Indonesia

Alifah Nurlias Tanti • Minggu, 27 Oktober 2024 | 17:06 WIB

 

Kakek Prabowo RM Margono Djojohadikoesoemo,
Kakek Prabowo RM Margono Djojohadikoesoemo,

RADARTUBAN - Ada sejumlah pakar yang menilai bahwa RM Margono Djojohadikoesoemo layak dianugerahi gelar pahlawan nasional.

 Kakek Prabowo Subianto itu merupakan anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), juga dikenal karena perannya menjadi pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) saat kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Dalam acara usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada RM Margono Djojohadikoesoemo yang diselenggarakan oleh Sigma Research and Consulting di Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (25/10).

Pakar sejarah dari Universitas Airlangga (Unair), Prof. Purnawan Basundoro, menyatakan bahwa RM Margono adalah seorang negarawan, politikus, dan ekonomi yang berpengaruh.

 

RM Margono Djojohadikoesoemo lahir di Banyumas, Jawa Tengah, pada 16 Mei 1894. Ia merupakan keturunan keluarga terpandang, sebagai cucu buyut Raden Tumenggung Banyakwide (Panglima Banyakwide), yang dikenal sebagai pengikut setia Pangeran Diponegoro.

 

Di dalam BPUPKI, RM Margono Djojohadikoesoemo berperan sebagai anggota Komite Ekonomi. Pada tahun 1946, ia mendirikan Bank Negara Indonesia (BNI), yang pada masa itu berfungsi sebagai bank sentral atau bank sirkulasi.

Selain itu, RM Margono juga berperan dalam penerbitan Oeang Republik Indonesia (ORI), yang menjadi alat pembayaran resmi negara setelah kemerdekaan.

 

Usulan agar kakek Presiden Prabowo, RM Margono Djojohadikoesoemo, dianugerahi gelar Pahlawan Nasional juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Ke depannya, akan dilakukan kajian mendalam melalui berbagai dokumen penting, dengan melibatkan para peneliti dan menggelar diskusi dalam rangka road show di sejumlah kota untuk memenuhi syarat pemberian gelar Pahlawan Nasional.

 

Kakek buyut RM Margono, yaitu Panglima Banyakwide atau Raden Tumenggung Kertanegara, masih memiliki garis keturunan dari raja-raja Keraton Surakarta yang pernah diasingkan ke Timor. Setelah kembali dari pengasingan, ia diangkat menjadi Bupati Romadi di wilayah Kedu Selatan.

 

Pada masa pendudukan Jepang, RM Margono Djojohadikoesoemo menjabat sebagai penulis di bagian koperasi pada Kantor Pusat Koperasi Perdagangan Dalam Negeri di Jakarta.

 

Saat agresi militer kedua pada tahun 1948, RM Margono Djojohadikoesoemo ditangkap bersama RM Gondo Soewirjo, yang saat itu menjabat sebagai direktur BNI. Keduanya kemudian dimasukkan ke penjara di Worogunan, Yogyakarta. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#RM Margono Djojohadikoesoemo #BPUPKI #kakek prabowo subianto #bank negara indonesia