RADARTUBAN - Baru-baru ini, Forbes dan Bloomberg kembali merilis 10 nama konglomerat Indonesia hingga akhir Oktober 2024. Mulai dari pengusaha sukses sektor perbankan, pertambangan, hingga industri petrokimia.
Dari total kekayaan yang terkecil hingga terbesar, mari kita lihat siapa saja yang masuk dalam daftar ini dan kira-kira apa saja yang bisa dilakukan dengan harta sebanyak itu.
Lim Hariyanto Wijaya Sarwono
Deretan orang terkaya kesepuluh di Indonesia yaitu Lim Hariyanto Wijaya Sarwono, pemilik Harita Group yang bergerak di bisnis tambang nikel, bauksit, batu bara, serta perkebunan kelapa sawit.
Total kekayaannya mencapai 4,3 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp 67 triliun. Jumlah ini memungkinkan Lim bisa membeli sekitar 1.500 supercar Ferrari terbaru.
Dengan kekayaannya, sultan asal Tiongkok yang berpindah kewarganegaraan Indonesia ini juga bisa berinvestasi untuk membangun 100 gedung pencakar langit di kawasan bisnis utama Jakarta.
Djoko Susanto
Urutan orang terkaya nomor sembilan ada pada Djoko Susanto, pendiri jaringan ritel Alfamart. Ia memiliki kekayaan yang mencapai 5,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 81 triliun.
Dengan uang sebanyak itu, Djoko bisa saja membuka ratusan ribu cabang ritel baru di seluruh Indonesia, memperluas jangkauan Alfamart hingga ke setiap sudut tanah air.
Sebagai pilihan lain, dia bahkan memiliki cukup dana untuk membuat stasiun TV swasta lengkap dengan fasilitas siaran mewah dan berbagai produksi konten, yang bisa bersaing dengan saluran TV nasional.
Chairul Tanjung
Miliader Indonesia kedelapan disematkan pada Chairul Tanjung, pemilik CT Corp yang mengantongi jumlah kekayaan setara dengan Djoko Susanto, yaitu 5,2 miliar dolar AS atau Rp 81 triliun.
Dengan jumlah uang sebesar ini, Chairul bisa membeli sebuah pulau pribadi di Indonesia dan menjadikannya destinasi wisata eksklusif kelas dunia, atau bahkan berinvestasi ribuan properti mewah di seluruh Asia.
Tahir Family
Orang terkaya selanjutnya yaitu Tahir Family, pengendali Grup Mayapada yang berfokus pada bisnis kesehatan, real estate, dan perbankan. Dengan kekayaan mencapai 6,0 miliar dolar AS atau sekitar Rp 93 triliun.
Sebagai sultan ketujuh, ia memiliki cukup dana untuk membangun lebih dari 200 rumah sakit dengan fasilitas terbaik dan lengkap. Ia bisa menyumbang besar dalam peningkatan infrastruktur kesehatan nasional.
Agoes Projosasmito
Di nomor enam yaitu Agoes Projosasmito, Presiden Komisaris Amman Mineral Indonesia yang bergerak di tambang tembaga dan emas, memiliki kekayaan sebesar 6,7 miliar dolar AS, setara Rp 104 triliun.
Jumlah ini bisa digunakan untuk mendirikan universitas khusus teknologi tambang atau membangun ribuan sekolah di seluruh Indonesia, sebuah investasi besar untuk masa depan pendidikan.
Sri Prakash Lohia
Sri Prakash Lohia menduduki posisi kelima sebagai orang terkaya di Indonesia. Dia adalah pengusaha sukses di bidang tekstil dan petrokimia melalui PT Indo-Rama Synthetics dan PT Indorama Corporation, dengan total kekayaan 8,5 miliar dolar AS atau Rp 133 triliun.
Dengan dana sebesar itu, ia bisa membangun pabrik tekstil besar di setiap provinsi di Indonesia atau bahkan membeli dan mengelola stadion ternama untuk mempromosikan kegiatan olahraga di seluruh tanah air.
Low Tuck Kwong
Pendiri PT Bayan Resources, Low Tuck Kwong, pengusaha di sektor tambang batu bara, mengamankan peringkat keempat dengan kekayaan 24,3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 380 triliun.
Kekayaan sebesar ini memungkinkan dirinya membangun taman hiburan kelas dunia di setiap pulau besar di Indonesia, atau membeli dan mengelola ladang minyak di luar negeri.
Michael Hartono
Pada posisi ketiga, terdapat Michael Hartono, salah satu pemilik BCA dan Djarum yang menyimpan harta kekayaan sebesar 26,3 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp 411 triliun.
Kekayaan sebesar ini memungkinkan dia untuk mengakuisisi bank-bank besar di kawasan Asia Tenggara atau membangun jaringan perumahan elit di berbagai negara.
Selain itu, Michael Hartono juga bisa saja membangun ratusan taman ekosistem dengan fasilitas super canggih untuk mendukung kegiatan konservasi alam.
Budi Hartono
Di posisi kedua, ditempati Budi Hartono, yang juga salah satu pemilik BCA dan Djarum, dengan kekayaan mencapai 27,4 miliar dolar AS atau menyentuh angka Rp 428 triliun.
Jika ia mau, sangat mungkin bagi Budi Hartono untuk membiayai makan gratis bagi pelajar dan ibu hamil. Karena diperkirakan program Presiden Prabowo Subianto tersebut menelan anggaran negara Rp 400-an triliun.
Kalau tidak, uang sebanyak itu tentu bisa dia belanjakan pesawat pribadi seperti Gulfstream G650 atau Boeing Business Jet, dan bisa keliling dunia kapan pun yang ia mau.
Prajogo Pangestu
Puncak daftar ini ditempati oleh Prajogo Pangestu, pendiri PT Barito Pacific yang bergerak di sektor petrokimia, dengan total kekayaan mencapai 55,4 miliar dolar AS atau setara Rp 866 triliun.
Dengan kekayaan sebesar ini, Prajogo bisa membangun sebuah kota pintar dengan teknologi terkini atau membeli ribuan ton emas untuk diinvestasikan dalam jangka panjang.
Dengan kekayaan fantastis, mereka berpeluang besar untuk berkontribusi pada kemajuan infrastruktur, pendidikan, dan sektor sosial di tanah air. Sekaligus memperkokoh posisi ekonomi mereka dalam jangka panjang. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama