Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rupiah Terseok-seok, Kemenangan Donald Trump Jadi Biang Kerok

Mohammad Mukarom • Rabu, 13 November 2024 | 00:41 WIB
Ilustrasi nilai tukar dollar.
Ilustrasi nilai tukar dollar.

RADARTUBAN - Kemenangan Donald Trump dalam pemilu Amerika Serikat (AS) baru-baru ini kembali memberikan dampak besar bagi perekonomian global, termasuk Indonesia.

Rupiah melemah terhadap dolar AS pada Selasa (12/11) pagi, berada di angka Rp 15.720 per USD, atau turun 0,28 persen. Dalam waktu enam menit, mata uang Indonesia anjlok 0,64 persen, menembus level Rp 15.775 per USD.

Hal ini terjadi seiring dengan kembalinya aliran modal asing ke AS setelah kemenangan Trump. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing tercatat melakukan penjualan hingga triliunan rupiah.

Menurut informasinya, yaitu senilai Rp 1,53 triliun di seluruh pasar dan Rp 1,55 triliun di pasar reguler. Meski ada pembelian bersih sebesar Rp 23,21 miliar di pasar negosiasi dan tunai, namun IHSG tetap ditutup melemah.

Fitra Jusdiman, Direktur Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, menyebut faktor utama yang bikin rupiah terseok adalah dampak global dari kemenangan Trump.

"Setelah kemenangan Trump, banyak dana asing kembali ke AS, yang menyebabkan tekanan pada mata uang di seluruh dunia, termasuk rupiah," ungkapnya, mengutip CNBC Indonesia.

Kata Fitra, walaupun mata uang Indonesia melemah 0,46 persen sepanjang bulan November, akan tetapi kinerja rupiah masih lebih baik dibandingkan beberapa mata uang regional.

Thai Baht, misalnya, terdepresiasi 2,75 persen. Sementara Ringgit Malaysia melemah 1,18 persen. Disampaikan, faktor domestik seperti daya beli masyarakat bukanlah penyebab utama dalam penurunan nilai tukar rupiah.

Bank Indonesia, lanjutnya, akan terus berupaya memantau situasi dan melakukan kiat-kiat stabilisasi jika volatilitas rupiah semakin meningkat. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Pemilu Amerika Serikat #investor asing #bursa efek indonesia #donald trump