Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Komentator Senior Sepak Bola Indonesia Meninggal Dunia, Begini Sosoknya Selama Hidup

Nadia Nafifin • Minggu, 17 November 2024 | 16:31 WIB
Komentator sepak bola Hardimen Koto.
Komentator sepak bola Hardimen Koto.

RADARTUBAN - Kabar duka bagi pecinta sepak bola Indonesia, Hardimen Koto, komentar legendaris yang kerap mewarnai sejumlah siaran di televisi, meninggal dunia.

Kabar meninggalnya Hardimen Koto rame tersebar di sosial media X @idextratime yang diunggah pada Sabtu (16/11).

"Innalilahi wa innailaihi Raji'un. Turut berduka cita atas meninggalnya wartawan dan komentator sepak bola senior Indonesia, Hardimen Koto. ????" tulisnya.

Akun tersebut juga memberikan ucapan semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT.

Tak sedikit netizen pecinta bola yang mengucapkan bela sungkawa pada komentator senior tersebut yang juga sebagai jurnalis.

"Turut berduka cita atas meninggalnya Bung Hardimen Koto,
Jurnalis tabloid Bola dan salah satu komentator yang sempat menghiasi Liga Indonesia", tulis akun X @SerieA_Lawas.

"Turut berduka cita. Jurnalis olahraga senior yg pengetahuannya luar biasa. Semoga tenang dalam keabadian", tulis @tomAfrian.

"Innalillahi. Selamat jalan Bung. Terima kasih sudah menemani pencinta bola dengan tulisan dan ulasannya", tulis akun @defrimp.

Dari berbagai sumber Hardimen Koto merupakan wartawan, pengamat, analis, serta komentator sepak bola yang berasal dari Padang, Sumatera Barat.

Kariernya dimulai dari media lokal Padang, yakni Harian Semangat dan Harian Singgalan dan fokus dibidang olahraga, terutama sepak bola.

Tak hanya itu, Harimen Koto juga pernah bekerja di Tabloid Olahraga Bola. Ia merupakan seorang wartawn Indonesia pertama yang pernah meliput Piala Afrika di beberapa kota Tunisia.

Dalam berbagai acara olahraga, ia kerap menjadi host sekaligus presenter, termasuk Piala Thomas dan Uber yang digelar di Guangzhou, Tiongkok, dan Jakarta. Setelah meninggalkan dunia televisi, ia menjadi pengelola di majalah sepak bola FourFourTwo.

Sebagai jurnalis olahraga, Hardimen dikenal karena liputannya di berbagai ajang internasional, seperti Piala Dunia, Piala Eropa, Piala Asia, Olimpiade, Asian Games, SEA Games, hingga Liga Champions Eropa. Karena Jejaknya yang mendunia membuatnya turut mendirikan organisasi Asian Soccer Journalist di Hiroshima, Jepang.

Namanya semakin dikenal publik Indonesia melalui penampilannya sebagai komentator sepak bola di berbagai stasiun televisi, termasuk Indosiar, SCTV, Trans TV, dan tvOne. Sepanjang dasawarsa 1990-an hingga sekarang, kehadirannya kerap mewarnai program-program olahraga nasional.

Hardimen juga merambah bidang bisnis olahraga dengan mendirikan Soccerindo Sport Agency, perusahaan berlisensi FIFA yang fokus pada manajemen pemain sepak bola asing di liga Asia, seperti Indonesia, Malaysia, dan Vietnam.

Selain mengelola agen pemain, ia juga memberikan jasa konsultasi manajemen sepak bola, khususnya untuk mendorong profesionalitas klub tanpa mengandalkan dana APBD.

Pemikiran dan analisis Hardimen sering menjadi referensi media cetak ternama, memperkuat reputasinya sebagai salah satu tokoh penting dalam dunia sepak bola Indonesia. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#komentator sepak bola #meninggal #hardimen koto