Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Menyusul KFC, Giliran Pizza Hut Mengalami Kerugian Fantastis Hingga 20 Cabang Ditutup

Alifah Nurlias Tanti • Rabu, 20 November 2024 | 22:30 WIB
Gerai Pizza Hut yang merugi dan banyak yang tutup.
Gerai Pizza Hut yang merugi dan banyak yang tutup.

RADARTUBAN - PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), pengelola jaringan Pizza Hut, melaporkan penurunan penjualan dan lonjakan kerugian hingga September 2024. Salah satu faktor yang memengaruhi kinerja tersebut adalah dampak geopolitik.

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (19/11), PT Sarimelati Kencana Tbk mencatat penjualan bersih sebesar Rp 2,03 triliun hingga September 2024. Angka ini turun 25,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu Rp 2,75 triliun.

Beban pokok penjualan PT Sarimelati Kencana Tbk tercatat menyusut 31,14 persen menjadi Rp 638,93 miliar hingga kuartal III 2024, dibandingkan Rp 927,88 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meskipun demikian, laba bruto perusahaan mengalami penurunan sebesar 23,29 persen, dari Rp 1,82 triliun menjadi Rp 1,39 triliun hingga kuartal III 2024.

Perseroan mencatat beban penjualan menurun menjadi Rp 1,37 triliun hingga September 2024, dibandingkan Rp 1,67 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, beban umum dan administrasi juga turun menjadi Rp 146,73 miliar hingga kuartal III 2024.

Dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 158,47 miliar, beban umum dan administrasi menyusut menjadi Rp 146,73 miliar hingga kuartal III 2024.

Pendapatan operasi lainnya meningkat signifikan menjadi Rp 40,52 miliar hingga September 2024, dibandingkan Rp 15,80 miliar pada September 2023. Selain itu, beban operasi turun menjadi Rp 3,74 miliar hingga September 2024 dari Rp 6,80 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, rugi operasi Perseroan melonjak drastis sebesar 1.848 persen menjadi Rp 82,40 miliar hingga September 2024, dibandingkan Rp 4,23 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

PT Sarimelati Kencana Tbk mencatat rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp 96,71 miliar hingga September 2024. Rugi tersebut meningkat 148,25 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp 38,95 miliar.

Aset PT Sarimelati Kencana Tbk turun menjadi Rp 2,16 triliun hingga September 2024, dibandingkan dengan Rp 2,34 triliun pada Desember 2023. Selain itu, perseroan mencatatkan kas dan setara kas sebesar Rp 24,21 miliar hingga 30 September 2024, menurun dari Rp 51,01 miliar pada Desember 2023.

Hingga September 2024, jumlah gerai PT Sarimelati Kencana Tbk tercatat sebanyak 595, turun 20 gerai dari Desember 2023 yang mencapai 615 gerai Pizza Hut di Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia.

Selain itu, jumlah karyawan juga mengalami penurunan sebanyak 371 orang, menjadi 4.651 karyawan hingga September 2024, dibandingkan 5.022 karyawan pada 31 Desember 2023.

Dalam materi paparan publik yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur PT Sarimelati Kencana Tbk, Boy Lukito, menjelaskan bahwa terdapat dua faktor eksternal yang memengaruhi kinerja Perseroan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#pizza hut #PT Sarimelati Kencana Tbk #tutup #PZZA #rugi #bangkrut