Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Profil Sherly Tjoanda: Jadi Cagub Maluku Utara Gantikan Suami yang Tewas Akibat Kecelakaan Kapal

Cicik Nur Latifah • Sabtu, 23 November 2024 | 01:08 WIB
Sherly Tjoanda bersama suami, Benny Laos sebelum meninggal dunia.
Sherly Tjoanda bersama suami, Benny Laos sebelum meninggal dunia.

RADARTUBAN - Tragedi yang menimpa calon Gubernur Maluku Utara, Benny Laos, mengguncang publik. Insiden ledakan kapal cepat di Pulau Taliabu, pada 12 Oktober 2024, merenggut nyawa Benny, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Maluku Utara.

Namun, dari kabut kesedihan itu, muncul keputusan besar dari Sherly Tjoanda, istri Benny Laos. Dengan dukungan penuh keluarga dan partai politik pengusung, Sherly melanjutkan perjuangan suaminya untuk maju dalam Pilkada 2024 sebagai calon gubernur.

 

Benny Laos meninggal dunia setelah kapal cepat yang ditumpanginya bersama rombongan meledak, diduga akibat kebocoran bahan bakar. Benny sempat mendapat perawatan di RSUD Bobong, Pulau Taliabu, sebelum dinyatakan meninggal. Sang istri, Sherly, yang juga berada di kapal, mengalami luka dan dirawat intensif di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Tragedi ini tidak hanya mengakhiri kampanye Benny, tetapi juga menjadi pukulan berat bagi dunia politik lokal. Setelah insiden, partai pengusung segera bergerak mencari pengganti sesuai regulasi Pilkada.

 

Sherly Tjoanda, lahir di Ambon pada 8 Agustus 1984, dikenal sebagai sosok sederhana dan tangguh. Sebagai istri Benny selama 19 tahun, ia aktif mendukung suaminya dalam berbagai kegiatan, mulai dari pemerintahan hingga kampanye politik. Selain itu, Sherly juga terlibat dalam kegiatan sosial dan olahraga, seperti snorkeling dan bersepeda.

Ibu dari tiga anak ini kini menjadi sorotan sebagai calon gubernur. Dukungan dari anak-anaknya, termasuk putra sulungnya yang sedang melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat, menjadi motivasi besar bagi Sherly untuk melanjutkan perjuangan suaminya.

 

Berdasarkan UU No. 10 Tahun 2016, partai pengusung diberi waktu tujuh hari untuk mengganti calon yang meninggal. Dengan suara bulat, Sherly dipilih untuk menggantikan posisi Benny. Ia kini berpasangan dengan Sarbin Sehe sebagai calon wakil gubernur, didukung oleh delapan partai, termasuk NasDem, Demokrat, PKB, dan PAN.

“Ini bukan hanya perjuangan pribadi saya, tetapi juga melanjutkan cita-cita almarhum suami saya untuk Maluku Utara,” ungkap Sherly.

 

Sherly membawa visi besar untuk menciptakan masyarakat Maluku Utara yang sejahtera dan berdaya saing. Fokus programnya meliputi pembangunan infrastruktur, peningkatan akses pendidikan, dan perbaikan layanan kesehatan. Ia juga berkomitmen melanjutkan kebijakan Benny, seperti membuka akses ekonomi untuk daerah terpencil.

 

Keputusan Sherly maju di Pilkada 2024 mendapatkan respons positif dari publik. Dukungan emosional dari sahabat dan tokoh publik, seperti Ashanty, memberikan kekuatan tambahan bagi Sherly di tengah duka.

Namun, perjalanan Sherly tidak mudah. Ia harus menghadapi lawan politik tangguh dan meyakinkan masyarakat akan kemampuannya sebagai pemimpin. Meski demikian, Sherly optimistis bahwa dirinya mampu meneruskan warisan Benny.

“Aku sempat takut sendirian waktu Benny pergi, tapi ternyata dukungan keluarga dan teman-teman Benny membuatku yakin untuk maju,” ujar Sherly dalam wawancara. (*)

Dengan semangatnya yang tak tergoyahkan, Sherly siap melanjutkan perjuangan demi masa depan Maluku Utara. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Pulau Taliabu #rspad gatot subroto #gubernur maluku utara #Benny Laos