Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mengejutkan! Ternyata Ini Pemicu Shell Bakal Menutup Seluruh Jaringan SPBU di Indonesia

Daffa Maheswara Iswidono • Minggu, 24 November 2024 | 21:50 WIB
Shell akan tutup jaringan SPBU di Indonesia
Shell akan tutup jaringan SPBU di Indonesia

RADARTUBAN- Shell Indonesia dilaporkan akan menghentikan operasional seluruh stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) di Tanah Air. Langkah ini disebut-sebut terkait dengan penjualan kilang Shell di Singapura kepada PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) melalui kemitraan dengan Glencore.

Menurut Moshe Rizal, Ketua Komite Investasi Aspermigas, penutupan ini terjadi karena menurunnya kinerja bisnis SPBU Shell di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah dominasi Pertamina yang mendapatkan dukungan pemerintah, sehingga menguasai 90 persen pasar BBM.

"Pasar BBM di Indonesia sangat dikuasai Pertamina, terutama karena subsidi pemerintah. Shell sulit untuk berkembang di sini," ujar Moshe, Sabtu (23/11).

Dia juga menambahkan bahwa kualitas BBM Pertamina saat ini semakin baik, sehingga keunggulan produk Shell yang dahulu lebih unggul, kini tak lagi menjadi faktor pembeda yang signifikan.

Secara global, Shell Plc memang sedang melakukan restrukturisasi strategi dengan mengurangi fokus pada bisnis hilir, termasuk SPBU, di wilayah Asia Tenggara. Sebagai gantinya, perusahaan ini akan lebih menekankan pengembangan bisnis hulu yang dianggap lebih menguntungkan.

Shell juga memiliki target mengurangi intensitas emisi karbon dioksida dari proses produksinya, termasuk dengan menjual aset downstream seperti kilang petrokimia dan SPBU.

"Margin di sektor upstream lebih menjanjikan. Selain itu, mereka ingin mengurangi dampak CO2 per barel ekuivalen dari produksi mereka," jelas Moshe.

Ketika dimintai tanggapan, Vice President Corporate Relations Shell Indonesia, Susi Hutapea, tidak memberikan konfirmasi pasti terkait isu tersebut. "Kami tidak dapat mengomentari spekulasi yang beredar di pasar," katanya.

Namun, pada tingkat global, Shell Plc telah mengumumkan rencana menutup hingga 1.000 SPBU pada 2025, sebagai bagian dari strategi transisi energi mereka. Dalam laporan terbaru, Shell juga menyatakan akan menjual 500 SPBU per tahun mulai 2024 hingga 2025.

Di Indonesia, Shell sudah lebih dulu menutup 9 SPBU di Sumatra Utara pada Juni 2024. Sebelum penutupan ini, Shell mengoperasikan 215 SPBU di berbagai wilayah, seperti Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatra Utara.

Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, menyebut keputusan ini selaras dengan strategi Shell global untuk fokus pada produk rendah emisi dan meningkatkan efisiensi operasional.

Penutupan jaringan SPBU Shell di Indonesia menjadi gambaran perubahan peta persaingan di sektor energi domestik, sekaligus langkah nyata perusahaan dalam merespons tantangan ekonomi dan transisi energi global. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#SPBU #Shell #Indonesia #shell tutup