Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Setelah Diviralkan Turis Jepang, Belasan Pengamen di Bogor Diamankan dan Bakal Dites Urine

Dzakiyah Rona Nabila • Senin, 25 November 2024 | 02:35 WIB
Sejumlah pengamen di Bogor yang ditertibkan pasca viral.
Sejumlah pengamen di Bogor yang ditertibkan pasca viral.

RADARTUBAN - Beberapa waktu lalu viral video turis asal Jepang mengeluhkan pengalaman tidak mengenakkan saat berlibur di Bogor. Keluhannya itu ia bagikan lewat aplikasi TikTok. Ia menceritakan kejadian saat naik angkot, terdapat dua orang pengamen yang meminta uang dalam waktu yang berbeda.

Para penumpang angkot memberikan uang pada pengamen pertama yang bertubuh besar dengan tato yang penuh di tangan. Namun, ketika pengamen berikutnya datang tidak satupun penumpang memberikan uang.

Hal itu membuat pengamen kedua marah tepat di depan wajah sang turis. Pada akhir video, turis itu menyatakan kapok untuk berkunjung kembali ke bogor.

Menindaklanjuti keluhan yang disampaikan melalui TikTok, Polresta Kota Bogor bersama pihak terkait melakukan tindakan penertiban wilayah Kota Bogor.

"Jadi ini terkait adanya TikTok yang di upload oleh wisatawan asing. Terkait pemaksaan permintaan sejumlah uang yang dilakukan oleh para pengamen. Belum tahu pasti wilayahnya mana. Hanya menyebutkan Bogor. Tetapi kita akan tetap secara preventif dan komprehensif untuk menindak dan menertibkan di wilayah Kota Bogor," ungkap AKP Aji Riznaldi, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota.

Penertiban dilakukan dengan mengamankan belasan orang pengamen, anak jalanan dan preman. Selanjutnya mereka akan melakukan tes urine karena adanya indikasi penyalahgunaan Narkoba.

"Mungkin kita masih menghitung terkait yang kita amankan. Kemungkinan ada 10 lebih orang. Nanti tindak lanjutnya, kita akan laksanakan tes urine. Karena memang ada indikasi beberapa pengamen atau anak jalanan ini menggunakan obat-obat terlarang," jelas AKP Aji Riznaldi.

Dengan adanya tindak lanjut dari pihak terkait yaitu Pemerintah Kota Bogor, Polresta Bogor Kota, Satpol PP dan Dinas Sosial, diharapkan tidak ada lagi tindakan meresahkan yang dialami para wisatawan Kota Bogor. Setiap wisatawan berhak mendapatkan kemananan dan kenyamanan saat menghabiskan waktu libur mereka.

"Premanisme kemudian anak jalanan, pengamen yang cukup meresahkan wisatawan baik domestik maupun asing di wilayah Bogor Kota. Ini merupakan kolaborasi kegiatan Antara Polresta Bogor Kota dengan Pemerintah Kota Bogor Kota yang ada di sini yaitu Satpol PP dengan Dinas Sosial,'' kata dia.

"Yang kita harapkan bahwa para wisatawan atau pengunjung yang akan menghabiskan kegiatan akhir pekan di wilayah Bogor Kota dapat merasakan keamanan, kenyamanan dan ketertiban di wilayah Bogor Kota" lanjutnya. (*)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#wisatawan asing #turis asal jepang #tiktok #Polresta Kota Bogor #pengamen