RADARTUBAN - Penangkapan Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, dalam kasus korupsi oleh KPK pun disorot publik karena cosplay berseragam Polisi Lalu Lintas (Polantas).
Video Rohidin saat mengenakan seragam Polantas viral. Banyak yang menganggap bahwa cara ini dilakukan untuk mengelabui tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Asumsi itu muncul karena sebelumnya, Rohidin dikabarkan berusaha kabur ke Bengkulu Utara. Meski pada akhirnya niat tersebut digagalkan KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT).
Asep Guntur Rahayu, Direktur Penyidikan KPK meluruskan, seragam Polantas digunakan Rohidin hanya untuk menghindari kerumunan para pendukung yang tengah mencari dirinya.
"Rompi tersebut dipinjamkan sebagai langkah kamuflase supaya tidak menjadi sasaran perhatian banyak orang," katanya di Gedung KPK, Senin (25/11).
Asep menjelaskan, KPK berkoordinasi dengan pihak terkait agar Rohidin diizinkan menyamar layaknya polisi, karena kantor Polrestabes Bengkulu saat itu dikepung massa.
"Rompi Polantas itu hanya dipakai saat keluar dan berada di kerumunan, setelah itu tidak digunakan lagi," tambah Asep.
Diketahui, Rohidin yang juga merupakan Calon Gubernur petahana itu ditangkap KPK pada Sabtu (23/11) malam.
Ia jadi tersangka bersama Ajudan Gubernur Epriansyah dan Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Isnan Fajri.
Ketiga-tiganya diduga terlibat dalam kasus korupsi, yaitu praktik pemerasan dan gratifikasi di Pemprov Bengkulu. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni