RADARTUBAN- Penampilan Sekretaris Negara Teddy Indra Wijaya alias Mayor Teddy dan tim pengamanan Presiden (Paspampres), menjadi perhatian publik dalam serangkaian kunjungan kenegaraan oleh Presiden Prabowo Subianto setelah pelantikannya.
Salah satu kunjungannya adalah ke Inggris, di mana ia bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Angela Rayner. Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu penting dibahas, termasuk kerja sama bilateral dan peluang investasi antara kedua negara.
Mereka dikenali dengan gaya yang tak biasa, yang malah membuat warganet membandingkan mereka dengan karakter-karakter dalam serial populer "Peaky Blinders."
Salah satu perhatian terbesar tertuju pada Paspampres yang diduga adalah Kolonel Inf Erica Dali Fernando.
Dengan mengenakan mantel musim dingin, pin di dasi, dan yang paling mencolok adalah newsboy cap khas yang dikenakan oleh Cillian Murphy sebagai Thomas Shelby di "Peaky Blinders," penampilan sang Paspampres langsung mencuri perhatian.
Tindakan tegas dan gerakan yang fokus semakin memperkuat kesan mirip dengan karakter legendaris tersebut.
Mayor Teddy, yang mendampingi Prabowo dalam kunjungan ini, tampil sangat stylish dengan busana resmi yang dilapisi mantel panjang dan syal di leher.
Tidak hanya itu, ia juga mengenakan peci hitam yang kemudian diganti dengan newsboy cap abu-abu.
Dalam sebuah foto candid, pose Mayor Teddy yang menopang kaki menambah kesan keren ala tokoh-tokoh dari serial tersebut.
Terlepas dari agenda resmi, Prabowo terlihat mengunjungi sebuah kios buku di pinggiran kota dengan mengenakan mantel krem yang serasi dengan newsboy cap.
Momen ini mengundang rasa penasaran, dengan pertanyaan besar: kira-kira buku apa yang akan dibeli Prabowo dari kios tersebut?
Selain itu, sejumlah momen lainnya menunjukkan rombongan Prabowo yang tampil modis dengan mantel, syal, dan newsboy cap saat mereka naik kereta bawah tanah.
Pose candid yang tidak melihat ke kamera semakin memperkuat kesan gaya ala "Peaky Blinders."
Gaya berbusana yang keren ini tentu saja membuat banyak orang salah fokus, menciptakan kesan berbeda dari biasanya dalam kunjungan kenegaraan yang seharusnya formal.(*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni