Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kenali 6 Tradisi dan Ekspresi Lisan Jawa Timur yang Resmi Menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI)

Siti Nur Mukaromatun Nisa • Kamis, 28 November 2024 | 03:15 WIB

 

6 Tradisi Jawa Timur Warisan Budaya Takbenda Indonesia
6 Tradisi Jawa Timur Warisan Budaya Takbenda Indonesia

RADARTUBAN – Warga Jawa Timur patut bangga atas resminya 6 tradisi dan ekspresi lisan Jawa Timur yang menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tradisi adalah adat kebiasaan turun-temurun (dari nenek moyang) yang masih dijalankan dalam masyarakat.

Sedangkan ekspresi lisan merupakan pesan atau kesaksian yang disampaikan secara turun-temurun (dari nenek moyang) yang masih dijalankan dalam masyarakat.

Berikut 6 tradisi dan ekspresi lisan Jawa Timur yang resmi menjadi WBTbI:

1. Syiir Madura (Madura 2014)
Syiir Madura merupakan tradisi lisan berupa susunan kalimat indah (syiir) yang biasanya dilantunkan di pondok pesantren. Syiir tersebut berisi pesan-pesan agama Islam seperti nasihat, pendalaman akidah, dan ajaran menuntut ilmu. Sesuai Namanya, syiir tersebut berasal dari Madura.

2. Mamaca Situbondo (Situbondo 2019)
Mamaca Situbondo berasal dari kata “mamaca” yang bermakna membaca. Tradisi tersebut merupakan pembacaan teks cerita maupun puisi dengan cara dilagukan dalam bentuk tembang, lalu dijelaskan menggunakan bahasa Madura.
Mamaca Situbondo yang merupakan seni tradisi Madura berkembang di daerah Pandalungan termasuk Situbondo.

3. Mocoan Lontar Yusuf (Banyuwangi 2019)
Mocoan Lontar Yusuf termasuk tradisi suku Oring Banyuwangi. Sesuai namanya, tradisi tersebut berupa pembacaan lontar beraksara pegon berbentuk puisi tradisional dengan aturan pupuh tentang kisah Nabi Yusuf.

4. Shalawat Badar (Jawa Timur 2022)
Shalawat Badar menjadi alat perjuangan ketika masa penjajahan. Shalawat tersebut mengandung pesan-pesan keagamaan seperti permohonan ampun, keselamatan dan permohonan pertolongan.
Shalawat Badar diciptakan di Banyuwangi pada 1962 oleh Ali Manshur, ulama asal Tuban. Ia juga di makamkan di Tuban tepatnya di Desa Maibit Kecamatan Rengel.

5. Keket (Situbondo 2023)
Keket adalah permainan petarungan yang diiringi musik tradisional. Permainan asal Situbondo tersebut biasanya digelar saat peringatan desa.

6. Bahasa Madura (Madura 2024)
Bahasa Madura merupakan bahasa tradisional Suku Madura dari Pulau Madura. Bahasa tersebut jauh berbeda dari Bahasa Jawa.
Bahasa Madura memiliki kosa kata dan dialek khas yang sering menyulitkan pemula dari luar Madura.

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#6 tradisi #Mamaca Situbondo #Warisan Budaya Takbenda Indonesia #keket #Bahasa Madura #Mocoan Lontar #Jawa Timur #WBTBI #Syiir Madura