RADARTUBAN - Hari pencoblosan di Kantor KPU Puncak Jaya, Papua Tengah pada Rabu (27/11), berubah mencekam setelah aksi saling serang antar pendukung kubu 1 dan 2, menggunakan panah.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 12.40 WIT, di kawasan perempatan kios Jimmy hingga kompleks kuburan 7, menimbulkan kerusuhan hebat.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan, aparat berusaha melerai kericuhan, namun situasinya sulit dikendalikan.
Akibatnya, puluhan rumah, termasuk 1 honai, dibakar massa. Sementara 94 orang dilaporkan terluka akibat panah.
“Jumlah korban luka panah mencapai 94 orang, dan 14 di antaranya dirujuk ke RSUD Jayapura untuk perawatan,” ujar Benny.
Dalam insiden tersebut, Kapolres Mamberamo Tengah, AKBP Rahman, juga terluka di bagian rahang pipi akibat terkena panah.
Kapolres Puncak Jaya, AKBP Kuswara mengatakan, pihak kepolisian saat ini tengah menyelidiki motif di balik kekerasan tersebut, sembari memperketat pengamanan untuk mencegah aksi susulan.
"Masih diselidiki motifnya," ujarnya.
Meskipun situasi berangsur kondusif, Polres Puncak Jaya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencegah konflik semakin meluas.
Upaya komunikasi dengan KPU, Bawaslu, dan para pasangan calon (paslon) terus dilakukan, demi menjaga ketertiban lebih lanjut.
Bawaslu dan KPU sedang meninjau kemungkinan pemungutan suara ulang pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di wilayah terdampak. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni