Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sindiran Menohok untuk Orang Kaya Baru yang Ogah Pakai Chanel dan Louis Vuitton: Duit Lo Banyak, tapi Kurang Keren Aja!

Cicik Nur Latifah • Jumat, 29 November 2024 | 20:10 WIB
Perbedaan pandangan terkait dunia fashion
Perbedaan pandangan terkait dunia fashion

RADARTUBAN- Dua merek fesyen ternama, Chanel dan Louis Vuitton, dikenal luas sebagai simbol status sosial yang mencolok.

Namun, pandangan berbeda datang dari kreator TikTok, Dino, yang memberikan sindiran tajam terhadap gaya hidup Orang Kaya Baru (OKB) yang justru menghindari produk-produk dari kedua brand tersebut.

Dalam video yang diunggah di akun TikTok @dosen_fashyun, Dino bersama rekannya Harumi mengulas fashion item yang dianggap "rada najis dipakai OKB".

Dino menyarankan para OKB untuk menghindari penggunaan tas pinggang dengan logo mencolok, aksesori Chanel seperti bros atau anting logo "C C", serta pashmina Louis Vuitton yang penuh dengan logo.

Menurutnya, barang-barang tersebut justru menonjolkan kesan berlebihan yang dihindari oleh OKB yang ingin tampil lebih elegan.

Dino juga membandingkan gaya fesyen OKB dengan Orang Kaya Lama (OKL), yang lebih dikenal dengan penampilannya yang lebih sederhana namun elegan.

OKL, kata Dino, lebih memilih pakaian berbahan kasmir dan berlian sebagai aksesori daripada mengenakan barang yang terlalu mencolok.

Namun, Dino menegaskan bahwa sindirannya hanya untuk hiburan, dengan pesan ringan: "Yang OKB nggak usah baper, yang penting kan duit lo banyak, ya nggak? Tapi kurang keren aja."

Pandangan Dino langsung memicu perdebatan di media sosial, terutama di kalangan penggemar fesyen.

Beberapa orang menganggapnya lucu, sementara lainnya merasa tidak setuju dengan pandangannya.

Menariknya, pernyataan ini sejalan dengan pandangan Grace Tahir, yang menjelaskan bahwa kaum old money kini cenderung meninggalkan Louis Vuitton.

Meskipun produk-produk Louis Vuitton memiliki harga yang selangit, menurut Grace, kaum old money lebih memilih "quiet luxury"—barang mewah yang tidak memamerkan logo mencolok.

Menurutnya, logo besar seperti LV dan Gucci sudah dianggap ketinggalan zaman dan terlalu mencolok.

Pandangan ini juga diungkapkan oleh YouTuber luar negeri, Alexander, yang menyebut bahwa tokoh-tokoh seperti Elon Musk, Mark Zuckerberg, dan Jeff Bezos tak pernah terlihat mengenakan pakaian atau tas dengan logo besar.

Bagi kaum old money, kata Alexander, estetika tidak hanya tentang tampilan, melainkan tentang kualitas, kenyamanan, dan nilai dari barang itu sendiri.

Beberapa brand yang menjadi favorit old money antara lain Loro Piana, Brunello Cucinelli, Loewe, Bottega Veneta, Ralph Lauren, dan Brioni.

Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mereka lebih mengutamakan fungsi dan kenyamanan, bukan sekadar untuk pamer logo.

Dalam dunia fesyen, pertanyaan yang muncul adalah: Apakah merek selalu mencerminkan status? Atau kepercayaan diri dan kualitas barang yang lebih penting?**

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#chanel #kreator tiktok #fesyen #louis vuittion #tiktok #Dino #Orang Kaya Baru