RADARTUBAN – BMKG Maritim Tanjung Perak mengeluarkan peringatan potensi banjir rob di wilayah pesisir Jawa Timur yang berlaku hingga 5 Desember 2024.
Fenomena ini dipicu oleh fase bulan baru yang memengaruhi pasang maksimum air laut. Masyarakat di wilayah pesisir, seperti nelayan, petani garam, hingga pelabuhan akan terdampak.
Menurut Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak, Ady Hermanto, beberapa wilayah diprediksi mengalami pasang maksimum hingga 120-150 cm, khususnya Surabaya Pelabuhan, pada pukul 22.00-24.00 WIB.
“Pasang maksimum diperkirakan mencapai 120 hingga 150 cm di atas rata-rata muka air laut,” jelasnya pada Minggu (1/12).
Banjir rob yang dipicu oleh pasang laut tinggi, dapat mengganggu aktivitas harian masyarakat pesisir.
Oleh karena itu, BMKG menekankan pentingnya langkah antisipasi bagi penduduk yang berada di wilayah terdampak.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap dampak pasang air laut maksimum dan terus memantau pembaruan informasi cuaca maritim,” tuturnya, dikutip Radar Tuban.
Melansir Detik.com, wilayah pesisir yang berpotensi terdampak antara lain Surabaya Timur, Sidoarjo, Probolinggo, Pasuruan, dan Sampang dengan pasang maksimum hingga 130 cm.
Selain itu, kawasan Surabaya Barat, Gresik, Lamongan, hingga Tuban diperkirakan mengalami pasang setinggi 120-130 cm pada waktu yang sama.
BMKG juga menyampaikan kawasan pesisir Kalianget turut berpotensi terkena imbas dari pasang maksimum tersebut.
Aktivitas masyarakat di wilayah tersebut perlu diwaspadai, khususnya yang berkaitan dengan perikanan darat dan pertanian garam. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni