RADARTUBAN- Kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang dilakukan oleh PT Alodokter Teknologi Solusi menuai kritik tajam dari karyawan yang terdampak.
Langkah ini dianggap bertentangan dengan visi perusahaan, terutama mengingat Alodokter saat ini juga membuka rekrutmen untuk posisi baru.
Karyawan menilai Suci Arumsari, CEO sekaligus salah satu pendiri Alodokter, tidak lagi menjalankan nilai-nilai yang menjadi fondasi berdirinya platform kesehatan digital ini.
“Keputusan PHK atas alasan efisiensi biaya sangat jauh dari visi perusahaan. Terlebih lagi, kami merasa keputusan ini tidak dibuat melalui mekanisme yang sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku,” ujar perwakilan karyawan dalam pernyataan tertulis yang diterima pada Senin (04/12).
Mereka juga menyoroti ketidaksesuaian pembayaran pesangon, di mana Alodokter diklaim tidak memberikan hak penuh sesuai peraturan perundangan.
Padahal, sebelumnya perusahaan sempat mengumumkan capaian laba signifikan yang belakangan justru dihapus dari situs resminya.
“Kami bahkan menemukan bahwa informasi keuntungan perusahaan yang sempat dipublikasikan kini hilang dan mengarah ke halaman error. Ini menimbulkan tanda tanya besar,” tambah perwakilan tersebut.
Dalam menanggapi protes tersebut, Alodokter sempat menggelar dialog antara manajemen dan karyawan yang terdampak.
Sayangnya, pertemuan ini dinilai tidak menunjukkan keseriusan karena dilakukan di area tangga lobi gedung Noble House, alih-alih di ruang formal yang layak.
“Kami merasa manajemen tidak profesional, terlebih tidak ada keterlibatan langsung dari divisi Human Resources (HR) atau General Affairs (GA) yang seharusnya menjadi ujung tombak dalam menangani isu ketenagakerjaan,” ungkap karyawan.
Alodokter bukanlah startup kesehatan pertama di Indonesia yang menghadapi isu PHK massal. Sebelumnya, Halodoc juga mengambil langkah serupa pada November lalu dengan alasan menyesuaikan diri terhadap kondisi pasar.
Halodoc, yang sempat mendapatkan investasi dari Astra Digital Internasional, menyebut langkah ini sebagai bentuk penyesuaian sumber daya.
“Kami selalu berupaya adaptif terhadap kondisi industri, namun realitas saat ini menuntut kami untuk mengambil langkah lebih drastis,” ungkap Adeline Hindarto, VP Government Relations & Corporate Affairs Halodoc.
Gelombang PHK di sektor teknologi kesehatan menyoroti tantangan yang dihadapi perusahaan di tengah dinamika ekonomi dan perubahan perilaku pasar.
Kini, publik menanti langkah lebih lanjut dari Alodokter untuk menuntaskan isu yang tengah dihadapi. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni