Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Remaja Hilang Terseret Arus Banjir Saat Pendakian, Begini Meminimalisir Risiko Mendaki Gunung

Cicik Nur Latifah • Minggu, 8 Desember 2024 | 19:05 WIB
Ilustrasi jalur pendakian gunung.
Ilustrasi jalur pendakian gunung.

RADARTUBAN - Peristiwa tragis kembali terjadi di Gunung Bekel, Mojokerto, Jawa Timur. Seorang remaja bernama Whisky Zafira Islamy Agustin, 17, akrab disapa Cika, meninggal dunia setelah terseret arus banjir bandang di jalur pendakian Watu Talang, Jumat (6/12).

Chika, warga Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo, Mojokerto, ditemukan tidak bernyawa setelah sempat dilaporkan hilang.

Kejadian ini terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut, mengubah Watu Talang yang biasanya sungai kering berbatu menjadi aliran air deras. Cika mendaki bersama beberapa teman ketika banjir bandang melanda. Saat mencoba melintasi sungai yang meluap, ia terseret arus deras.

Dilaporkan bahwa korban dan rombongannya memulai pendakian melalui jalur Jolotundo. Saat hujan mulai turun deras, aliran sungai Watu Talang yang dilalui berubah menjadi deras. Setelah dinyatakan hilang, tim SAR melakukan pencarian intensif dan menemukan tubuh korban di dasar sungai.


Gunung Bekel, bagian dari Gunung Penanggungan, terkenal dengan pemandangan indahnya. Namun, di musim hujan, gunung ini menjadi lokasi rawan bencana alam, termasuk banjir bandang dan tanah longsor. Jalur pendakian yang licin dan curam semakin meningkatkan risiko.


Menyusul tragedi ini, seluruh jalur pendakian Gunung Penanggungan, termasuk via Kedungudi dan Tamiajeng, ditutup sementara. Penutupan ini dilakukan untuk memastikan keselamatan para pendaki dan mengantisipasi insiden serupa.


Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan edukasi keselamatan bagi pendaki, terutama di musim hujan. Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pendaki adalah:

1. Pantau Cuaca: Selalu memantau prakiraan cuaca sebelum memulai pendakian.

2. Ikuti Jalur Resmi: Disiplin mengikuti jalur yang telah ditentukan dan menghindari jalur berbahaya.

3. Perlengkapan Keselamatan: Membawa perlengkapan darurat seperti jas hujan, alat komunikasi, dan sepatu anti-slip.

4. Laporkan Rencana Pendakian: Memberikan informasi lengkap kepada petugas pendakian sebelum berangkat.


Erick, seorang pendaki berpengalaman, menekankan pentingnya persiapan matang sebelum mendaki. “Kesiapsiagaan dan mengikuti panduan adalah kunci keselamatan,” katanya.

Bagi pecinta alam, pendakian bukan hanya soal menaklukkan puncak, tetapi juga memastikan pulang dengan selamat. Tragedi yang menimpa Cika menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya memahami risiko mendaki, terutama di musim hujan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#watu talang #gunung bekel #mojokerto #pantau cuaca #Tim SAR