Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Konstelasi Satelit Selesai Dibangun SpaceX, Layanan Direct to Cell Milik Starlink Meluncur Tahun Depan

Andika Julia Perdana Putra • Senin, 9 Desember 2024 | 18:05 WIB
Ilustrasi SpaceX.
Ilustrasi SpaceX.

RADARTUBAN - Perusahaan antariksa asal Amerika Serikat, SpaceX dikabarkan telah menyelesaikan konstelasi satelit pertamanya pada Minggu ini. Pada hari Rabu (4/12) kemarin, SpaceX telah meluncurkan sebanyak 20 satelit dengan menggunakan roket Falcon 9 dan Falcon 13.

Satelit yang diluncurkan tersebut diantaranya dapat berkomunikasi langsung dengan telepon seluler tanpa memerlukan perangkat tambahan lagi.

Untuk merealisasikan proyek ambisius ini, SpaceX bekerja sama dengan penyedia operator seluler yakni T-Mobile serta telah mendapatkan persetujuan dari Komisi Komunikasi Federal AS atau FCC.

Diketahui kerja sama antara SpaceX dan T-Mobile telah berlangsung sejak tahun 2022. Mereka terus mempromosikan dimana di masa depan ponsel dapat terhubung dengan layanan internet dimana saja bahkan ditengah lautan sekalipun.

Anak perusahaan SpaceX yang menaungi layanan internet, Starlink, dalam laman resminya mengatakan konstelasi satelit yang dibangunnya akan berfungsi selayaknya menara ponsel di luar angkasa.

"Satelit Starlink dengan kemampuan Direct to Cell memiliki modem eNodeB canggih yang berfungsi seperti menara ponsel di luar angkasa, memungkinkan integrasi jaringan yang serupa dengan mitra roaming standar," tulis Starlink pada laman resminya.

Menurut perusahaan tersebut, teknologi Direct-to-cell akan terhubung melalui backhoul laser kemudian langsung terhubung dengan konstelasi satelit di luar angkasa. Teknologi ini diklaim Starlink akan menghilangkan blank spot dan memberikan ketenangan pagi para penggunanya.

Pada saat ini SpaceX telah memiliki 6.799 satelit yang berada di orbit rendah bumi dan 330 diantaranya memiliki kemampuan untuk berkomunikasi langsung dengan telepon seluler.

Elon Musk menyebutkan telepon seluler yang tidak dimodifikasi akan dapat menikmati bandwidth sebesar 10 Mbps. Meski begitu dia meyakinkan beberapa tahun mendatang konstelasi satelit tersebut akan menghasilkan throughput yang jauh lebih besar lagi.

Baik SpaceX maupun Starlink diperkirakan akan memberikan informasi yang lebih detil ketika layanan Direct-to-cell mereka sudah tersedia diakses oleh publik.

Kabarnya layanan ini akan dapat beroperasi mulai tahun depan. Selain itu teknologi konstelasi satelit ini tidak akan terbatas pada operator T-Mobile, tetapi akan terbuka untuk bisnis bagi perusahaan telekomunikasi di seluruh dunia. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Konstelasi Satelit #Direct to Cell #spacex #starlink