Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kronologi Penculikan di Antapani Bandung, Polisi Ungkap Korban Trauma

Mohammad Mukarom • Selasa, 10 Desember 2024 | 03:10 WIB

 

Ilustrasi penculikan
Ilustrasi penculikan

RADARTUBAN - Pihak kepolisian mengungkap kondisi korban penculikan di Antapani, Bandung, masih mengalami trauma berat setelah kejadian yang menimpanya.

Korban bernama Santi,43 hingga kini hanya bisa menangis, sehingga polisi kesulitan menggali informasi lebih lanjut terkait insiden tersebut.

"Karena korban masih dalam keadaan shock, kami belum maksimal dalam mendapatkan keterangan, termasuk ciri-ciri pelaku," kata Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Abdul Rahman, Senin (9/12).

Aksi penculikan itu terjadi di depan rumah korban di Jalan Sukanegara Asri No. 70b, Antapani, Bandung, pada Minggu (8/12) sekitar pukul 12.30 WIB.

Aksi penculikan ini kemudian viral di media sosial setelah anak korban, Vella, membagikan kronologi serta rekaman CCTV melalui akun X pribadinya @xvelt.

Vella menceritakan bahwa sekitar pukul 09.00 WIB, ibunya pergi arisan bersama teman-temannya di sebuah rumah makan di Cibenying Selatan.

Sekitar pukul 12.15 WIB, ibunya kembali pulang ke rumah. Namun, saat akan membuka pintu, sebuah mobil abu-abu tiba-tiba melintas di depannya.

"Ketika ibu saya sedang membuka pintu, mobil abu-abu itu mundur, kemudian terlihat salah satu pelaku mengarahkan pistol ke ibu saya dan membawanya pergi," jelasnya melalui akun X.

"Di rekaman CCTV, plat nomor mobil itu tampak dilepas," ujar Vella.

Dirinya juga sempat meng-update situasi pencarian ibunya yang belum ditemukan hingga tujuh jam pasca terjadi penculikan.

"Saya rela nyawa saya ditukar dengan nyawa mamah saya jika ada apa-apa dengan mamah," kata Vella dalam unggahannya.

Namun, sekitar pukul 20.30 WIB, korban akhirnya kembali ke rumah dengan diantar oleh sesosok misterius yang berpenampilan layaknya tukang ojek.

Menurut informasinya, rombongan pelaku sempat melihat ada tukang ojek di dalam perjalanan. Kemudian seseorang turun dari mobil dan memanggilnya.

Pelaku mengajaknya jalan ke sebuah tempat, dan mengaku sebagai suami korban. Cara ini dilakukan supaya tukang ojek tidak curiga.

Dia diminta pelaku untuk mengantarkan korban ke rumah. Akan tetapi selama perjalanan, Santi tampak melamun dan tertekan.

Kepolisian masih terus menyelidiki kasus ini untuk mengidentifikasi pelaku bersenjata api yang terlibat, meski proses penelusuran terhambat karena rasa traumatik korban.

"Kami juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap modus kejahatan seperti ini," tutupnya.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#trauma #ojek #bandung #penculikan di Antapani #kejahatan