Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Inilah Sosok Yos Suprapto, Seniman yang Batal Gelar Pameran dan Dekat dengan Kritik Sosial Sejak Orde Baru

Nadia Nafifin • Sabtu, 21 Desember 2024 | 15:32 WIB
Sosok Yos Suprapto yang batal gelar pameran di Galeri Nasional
Sosok Yos Suprapto yang batal gelar pameran di Galeri Nasional

RADARTUBAN - Penutupan dan pembatalan pameran bertema "Kebangkitan: Tanah Untuk Kedaulatan Pangan" di Galeri Nasional Jakarta pada Kamis (19/12) menarik perhatian dari publik.

Pelukis Yos Suprapto, yang karyanya berupa 30 lukisan seharusnya dipamerkan di Galeri Nasional, diketahui memiliki konflik dengan kurator pameran, Suwarno Wisetrotomo.

Suwarno diketahui meminta Yos Suprapto untuk menurunkan lima lukisan yang dinilai kurang sesuai dengan tema pameran.

Tidak setuju dengan permintaan tersebut, Yos akhirnya memilih jika lima lukisan diturunkan maka ia akan membawa pulang seluruh lukisannya ke Yogyakarta.

"Saya tidak mau lagi ada urusan dengan Galeri Nasional dan Kementerian Kebudayaan," ungkap Yos dalam pernyataannya pada Kamis (19/12).

Sosok Yos Suprapto pun kini tengah jadi perbincangan. Beberapa lukisan yang harusnya dipajang dalam pameran lukisannya ternyata sarat akan makna sindiran dan sarkastisme yang diduga ditujukan kepada mantan Presiden RI ke-7, Joko Widodo.

Karyanya ditentang oleh pihak kurator dan Galeri Nasional hingga membuat pameran tersebut dibatalkan.

Siapa sebenarnya sosok Yos Suprapto? Simak inilah selengkapnya.

Yos Suprapto dikenal sebagai salah satu seniman kelahiran Surabaya, 26 Oktober 1952 dan juga kerap menuai kontroversi.

Beberapa karya Yos kerap memuat kritik tajam terhadap isu politik, sosial, dan budaya di Indonesia.

Sejak memulai karier sebagai pelukis pada tahun 1970-an, Yos Suprapto telah banyak berkolaborasi dengan pengelola galeri seni dan taman wisata untuk memamerkan karya-karyanya.

Pada tahun 1994, Yos Suprapto pernah menggelar pameran tunggal bertema Bersatu dengan Alam di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, untuk memamerkan karya-karya lukisannya.

Yos Suprapto juga beberapa kali menggelar pameran tunggal di Galeri Nasional Indonesia. Pada tahun 2001, dia mempresentasikan karya dengan tema Barbarisme: Perjalanan Anak Bangsa.

Pameran ini merupakan bentuk kritik tajamnya terhadap maraknya budaya kekerasan yang mulai mengakar di tengah masyarakat saat itu.

Pada tahun 2005, Yos Suprapto turut serta dalam pameran Republik Udang yang digelar di Tembi Gallery Yogyakarta. Karya-karyanya dalam pameran tersebut mengkritik budaya korupsi yang marak terjadi pada pemerintahan pasca-reformasi 1998.

Di tahun 2017 dia pernah menggelar pameran lain seperti pameran Arus Balik Cakrawala di Galeri Nasional.

Tahun ini, Yos Suprapto seharusnya kembali menggelar pameran tunggal di Galeri Nasional. Namun, rencana tersebut batal terlaksana akibat tidak tercapainya kesepakatan antara Yos, pihak Galeri Nasional, dan kurator pameran.

Kemudian , Yos memutuskan untuk pulang ke Yogyakarta dan membawa pulang karya-karyanya yang memicu kontroversi. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#orde baru #lukisan #Yos Suprapto #pameran #SUWARNO WISETROTOMO #kritik #galeri nasional