RADARTUBAN - Menjelang tahun baru, sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Salah satu yang paling menonjol adalah harga daging sapi murni.
Berdasarkan data dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Selasa (23/12), harga daging sapi murni mencapai Rp 128 Ribu. Hal ini mengalami kenaikan sebesar 0,87 persen atau sekitar Rp 6,5 Ribu.
"Kenaikan harga daging sapi murni dipicu oleh meningkatnya permintaan jelang libur Natal dan Tahun Baru, serta faktor distribusi yang menjadi tantangan di beberapa wilayah," Dikutip dari Antara, Selasa (24/12).
Selain daging sapi, harga bahan pokok lainnya juga menunjukkan tren kenaikan. Misalnya, telur ayam ras kini dibanderol Rp 32.110 ribu per kilogram setelah mengalami kenaikan 4,63 persen.
Sedangkan harga daging ayam ras melonjak hingga 9,50 persen menjadi Rp 40.800 ribu per kilogram.
Harga ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga awal tahun 2025, khususnya jika masalah distribusi dan pasokan tidak segera teratasi.
Bagi masyarakat, kenaikan ini menambah beban pengeluaran rumah tangga, mengingat daging sapi menjadi komponen penting dalam berbagai tradisi perayaan.
Di sisi lain, pedagang dan peternak juga dihadapkan pada peningkatan biaya operasional, yang turut memengaruhi harga jual di pasaran.
Pemerintah pun dihadapkan pada tantangan untuk menjaga stabilitas harga, terutama menjelang puncak perayaan Tahun Baru. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni