RADARTUBAN - Status aktivitas vulkanik Gunung Dieng resmi meningkat dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) pada Kamis (19/12) pukul 18.00 WIB.
Peningkatan status ini terjadi menyusul letusan freatik di Kawah Sileri yang terekam pada pukul 15.12 WIB dengan durasi gempa 200 detik dan amplitudo mencapai 42,7 millimeter.
Meski status naik, kawasan wisata di Dataran Tinggi Dieng tetap dinyatakan aman untuk dikunjungi. Kepala UPT Dieng Banjarnegara, Sri Utami, memastikan bahwa seluruh objek wisata, termasuk Kawah Sikidang dan Candi Arjuna, tetap beroperasi normal.
Bahkan, jumlah kunjungan wisatawan melonjak hingga 5.000 orang per hari menjelang libur Natal dan tahun baru.
Sri Utami menambahkan bahwa lokasi objek wisata populer seperti Kawah Sikidang dan Candi Arjuna jauh dari area berbahaya seperti Kawah Sileri dan Kawah Timbang.
Hal ini juga dikuatkan oleh laporan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara, yang menyebut bahwa wisata Dieng masih aman dikunjungi.
Menurut Kepala PVMBG, Prihatin Hadi Wijaya, erupsi freatik seperti yang terjadi di Kawah Sileri berbahaya karena dapat terjadi tiba-tiba tanpa tanda-tanda awal.
Untuk itu, PVMBG telah menerjunkan tim peneliti pada Minggu (22/12) untuk memeriksa kondisi kawah.
Hasil penelitian menunjukkan adanya material erupsi di sekitar Kawah Sileri, meski aktivitas kawah lain, seperti Sikidang dan Candradimuka, dilaporkan stabil.
Namun, konsentrasi gas vulkanik seperti karbon dioksida (CO2) tetap tinggi di beberapa titik, khususnya di Kawah Timbang.
PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tetap waspada, terutama menghindari radius 500 meter dari Kawah Sileri serta tidak melakukan aktivitas di Kawah Timbang.
Wisatawan juga disarankan untuk tidak bermalam di sekitar area kawah yang berpotensi mengeluarkan gas beracun.
Informasi terkini terkait aktivitas vulkanik Gunung Dieng dapat diakses melalui laman resmi PVMBG.
Meskipun ada peningkatan status, pengelola wisata Dieng bersama pihak terkait terus memantau situasi untuk menjamin keamanan para pengunjung.
Dengan pengawasan ketat, wisatawan tetap dapat menikmati keindahan Dieng dengan tetap memperhatikan rekomendasi keamanan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama