Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Elon Musk Curigai Tindakan Terorisme Imbas Tesla Cybertruck Meledak di Hotel Trump, Ada Hubungan dengan Insiden di New Orleans?

Cicik Nur Latifah • Sabtu, 4 Januari 2025 | 22:35 WIB
Tesla Cybertruck di depan Trump International Hotel, Las Vegas,
Tesla Cybertruck di depan Trump International Hotel, Las Vegas,

RADARTUBAN-  Ledakan yang melibatkan Tesla Cybertruck di depan Trump International Hotel, Las Vegas, pada Rabu pagi, menjadi perhatian dunia. Insiden ini mengakibatkan satu korban jiwa dan tujuh orang terluka.

Dugaan motif aksi terorisme mulai mengemuka, terutama setelah CEO Tesla, Elon Musk, memberikan pandangan bahwa peristiwa ini mungkin terkait dengan insiden serupa di New Orleans.

Ledakan terjadi sekitar pukul 08.40 waktu setempat di area valet hotel. Cybertruck yang meledak menimbulkan kebakaran besar hingga memaksa evakuasi tamu hotel. Korban tewas diidentifikasi sebagai Matthew Livelsberger, seorang anggota aktif militer AS.

Dia diduga membawa bahan peledak, termasuk kembang api besar, tabung gas, dan bahan bakar, yang dirakit menjadi bom.

Menurut laporan kepolisian, Livelsberger menembak dirinya sendiri sebelum ledakan terjadi. Kendaraan tersebut diketahui disewa melalui layanan Turo beberapa hari sebelumnya.

Pada hari yang sama, serangan serupa terjadi di New Orleans, melibatkan Ford F-150 Lightning yang juga disewa melalui Turo. Insiden tersebut menewaskan 15 orang.

Elon Musk menyampaikan kekhawatirannya melalui platform X (dulu Twitter), menyebut kemungkinan keterkaitan kedua insiden sebagai aksi terorisme.

“Tampaknya merupakan tindakan terorisme. Cybertruck ini dan bom bunuh diri F-150 di New Orleans disewa dari Turo. Mungkin keduanya terkait dalam beberapa hal,” tulis Musk.

Hingga kini, FBI belum menemukan bukti langsung yang menghubungkan kedua peristiwa, namun pola serupa menarik perhatian penyelidik.

Namun siapa Matthew Livelsberger?  Livelsberger adalah prajurit Angkatan Darat AS dengan catatan militer cemerlang, termasuk lima kali penugasan ke Afghanistan.

Tetapi, tindakan ekstrem yang dilakukannya mengejutkan banyak pihak, termasuk keluarganya yang mengungkap adanya perubahan perilaku belakangan ini.

Insiden ini memunculkan perhatian pada keamanan layanan penyewaan kendaraan seperti Turo. Meski perusahaan menyatakan pelaku lolos dari pemeriksaan latar belakang kriminal, diskusi tentang peningkatan protokol keamanan mulai mengemuka.

Sementara itu, saham Tesla tetap stabil. Elon Musk menegaskan bahwa kendaraan Tesla tidak menjadi penyebab ledakan, melainkan bahan peledak yang dibawa di dalam Cybertruck tersebut.

“Ledakan disebabkan oleh kembang api besar atau bom yang dibawa di Cybertruck sewaan, bukan kendaraan itu sendiri,” tulis Musk.

Hingga kini, FBI bersama kepolisian setempat masih menyelidiki motif di balik insiden ini. Meski belum ditemukan bukti keterkaitan dengan ideologi tertentu, spekulasi aksi terorisme terus berkembang.

Perwakilan Trump Organization, Eric Trump, memuji respons cepat tim keamanan dalam menangani situasi ini.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa di tengah kemajuan teknologi, keamanan tetap harus menjadi prioritas utama. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Trump International Hotel #Matthew Livelsberger #Livelsberger #new orleans #terorisme #Prajurit Angkatan Darat AS #tesla cybertruck #las vegas