Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Peneliti ICW Kena Doxing Setelah Kritik Jokowi Masuk Daftar Tokoh Terkorup OCCRP

Nadia Nafifin • Sabtu, 4 Januari 2025 | 23:57 WIB
Lambang Indoesia Corruption Watch (ICW)
Lambang Indoesia Corruption Watch (ICW)

RADARTUBAN - Peneliti dari Indonesia Corruption Watch (ICW) diduga mengalami doxing oleh pemilik akun Instagram @volt_anonym.

Dugaan doxing muncul setelah seorang peneliti ICW memberikan tanggapan terhadap rilis dari Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP), yang menominasikan Joko Widodo dalam kategori 'Kejahatan Terorganisasi dan Korupsi 2024'.

Koordinator ICW, Agus Sunaryanto, mengungkapkan bahwa dugaan doxing tersebut melibatkan upaya menyebarkan data pribadi korban ke publik melalui media sosial.

Data yang disebarluaskan meliputi nomor telepon, nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP), alamat tinggal, spesifikasi telepon yang digunakan, hingga titik koordinat lokasi terakhir dalam bentuk tautan Google Maps.

"Doxing tersebut patut dilihat sebagai bagian dari upaya pembungkaman dan pembatasan suara kritis publik," kata Agus dalam keterangannya, Jumat, (3/1).

Agus menyebut bahwa kasus doxing tersebut bukanlah yang pertama kali dialami oleh pihak-pihak yang sering mengkritik kebijakan pemerintah.

Dia menambahkan bahwa kejadian serupa juga pernah menimpa wartawan, aktivis, dan warga yang vokal dalam menyampaikan kritik.

"Bahkan doxing dengan pola ini patut dicurigai melibatkan pihak yang memiliki akses untuk melindungi data pribadi warga," ucapnya.

Menurut Agus, kritik terkait masuknya Presiden ke-7, Jokowi, dalam nominasi OCCRP semestinya menjadi alarm untuk memperbaiki upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

Dia menambahkan, bahwa selama dua periode kepemimpinan Jokowi, telah terjadi kemunduran dalam pemberantasan korupsi dan demokrasi di tanah air.

Agus juga menyinggung soal pelemahan lembaga antikorupsi, yang ditunjukkan oleh menurunnya nilai Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia.

Selain itu, dia menyoroti fenomena menguatnya politik dinasti sebagai salah satu indikator kemunduran dalam pemberantasan korupsi.

"Adanya doxing terhadap pihak yang mengkritik Jokowi justru patut dilihat sebagai penguat bahwa Jokowi layak masuk nominasi OCCRP," ucap Agus.

Agus mendesak aparat penegak hukum untuk proaktif menyelidiki pemilik akun yang melakukan intimidasi terhadap peneliti ICW tersebut.

Dia mengungkapkan kekhawatirannya bahwa tindakan doxing atau serangan digital semacam ini dapat menimpa masyarakat lain yang juga berani mengkritik.

Adapun doxing terhadap peneliti ICW ini diunggah oleh akun Instagram @volt_anonym. ICW mencatat doxing terhadap penelitinya itu disebar pada 3 Januari 2025.

Dalam unggahan itu tertulis keterangan bernada ancaman yang berpotensi membahayakan keamanan korban.

Namun, pada saat ini akun tersebut sudah hilang dari mesin pencarian. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#icw #Indonesia Corruption Watch #OCCRP #Jokowi #Doxing