RADARTUBAN - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperingatkan potensi gempa megathrust di Selat Sunda yang bisa terjadi kapan saja.
Dengan kekuatan Magnitudo 9,1, gempa ini berpotensi memicu tsunami setinggi 20 meter di pesisir selatan Jawa dan mencapai Jakarta dalam 2,5 jam setelah kejadian.
Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma Hanifa, menjelaskan bahwa mitigasi bencana menjadi langkah penting untuk meminimalkan dampak gempa dan tsunami.
"Pembangunan tanggul, vegetasi alami seperti mangrove, dan pemecah ombak adalah langkah mitigasi struktural yang perlu dilakukan segera," ujar Nuraini.
Penelitian terbaru BRIN menunjukkan bahwa tsunami dapat mencapai wilayah Jakarta dengan ketinggian hingga 1,8 meter. Sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan, Jakarta menghadapi risiko kerusakan besar pada infrastruktur vital. Selain itu, kawasan industri di sekitar Cilegon juga berpotensi terdampak parah.
“Kerusakan infrastruktur dan ancaman terhadap keselamatan warga menjadi alasan pentingnya langkah mitigasi sejak dini,” tambah Nuraini.
Rekomendasi Mitigasi dari BRIN
BRIN mengusulkan beberapa langkah mitigasi, antara lain:
1. Pembangunan Infrastruktur: Tanggul penahan tsunami dan pemecah ombak di kawasan pesisir.
2. Penanaman Vegetasi: Penggunaan mangrove dan tanaman pantai untuk meredam energi gelombang tsunami.
3. Sistem Peringatan Dini: Memastikan teknologi peringatan dini berfungsi optimal untuk memberikan informasi cepat kepada masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk memahami jalur evakuasi, mengikuti pelatihan simulasi tsunami, dan menyimpan perlengkapan darurat seperti makanan, air, dan obat-obatan. Edukasi mengenai cara merespons peringatan dini juga sangat penting.
Menurut BRIN, simulasi berkala dan kolaborasi antara pemerintah serta masyarakat dapat mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian materi.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah meluncurkan sistem peringatan berbasis teknologi, seperti notifikasi melalui SMS dan aplikasi seluler. Sistem ini diharapkan mampu memberikan waktu evakuasi yang cukup sebelum tsunami melanda.
BRIN menegaskan pentingnya uji coba perangkat ini secara berkala. “Komunikasi yang cepat dan akurat dapat menyelamatkan banyak nyawa,” pungkas Nuraini.
Menghadapi ancaman megathrust Selat Sunda, BRIN meminta semua pihak meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat sistem mitigasi bencana. Masyarakat diminta tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama