RADARTUBAN- Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) resmi meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anak sekolah. Program ini mulai dijalankan pada Senin pagi dengan salah satu lokasi pelaksanaannya di SDN 5 dan SDN 3 Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat. Menu yang disajikan untuk anak-anak mencakup nasi, tumis sayur, dan ayam teriyaki.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, hadir di salah satu titik pelaksanaan Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Depok.
"Hari ini program MBG dimulai di 190 titik pada 26 provinsi. Jadi, bukan hanya di SDN 5 dan 3 Cilangkap saja, tetapi tersebar di seluruh Indonesia," ujar Meutya saat meninjau pelaksanaan program tersebut.
Menurut Meutya, setiap paket makanan dalam program MBG dirancang memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, dan sayur. Meski demikian, menu yang disajikan tidak harus seragam di seluruh wilayah.
"Ada standar tertentu, tetapi tetap disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing daerah," tambahnya.
Namun, pantauan di lapangan menunjukkan ada beberapa kasus teknis di mana wadah makanan yang dibagikan kepada anak-anak tidak lengkap, seperti tidak adanya nasi atau lauk. Meutya menegaskan bahwa hal ini murni karena kesalahan teknis atau human error.
"Saya pastikan ini hanya masalah kecil yang akan segera diperbaiki. Setiap SPPG menangani 4.000–5.000 anak, jadi mungkin hanya satu atau dua kasus seperti itu yang terjadi," jelas dia.
Sementara itu, Letnan Kolonel Inf Iman Widhiarto, selaku penanggung jawab SPPG di Depok, menjelaskan bahwa susu akan diberikan sebagai pelengkap menu sebanyak dua kali seminggu. "Kami belum tahu detail apakah susunya berasal dari ikan atau sapi, tetapi rencana dua kali seminggu sudah disiapkan," ujarnya.
Program MBG mendapatkan respons positif dari para murid. Rizki, siswa SDN 5 Cilangkap, mengaku senang karena biasanya dia tidak membawa bekal dari rumah. Faqih, siswa kelas 2 di SDN 3 Cilangkap, juga menyatakan kegembiraannya. "Saya suka makanannya," katanya.
Tahap awal program ini mencakup 26 provinsi, termasuk Aceh, Bali, Banten, DIY, Jakarta, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Provinsi lainnya meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Papua Selatan, Riau, serta sejumlah wilayah di Sulawesi dan Sumatra.
Dari data yang ada, tiga wilayah dengan jumlah titik SPPG terbanyak adalah Jawa Barat dengan 56 lokasi, diikuti Jawa Tengah dengan 40 lokasi. Program MBG diharapkan mampu meningkatkan akses anak-anak terhadap makanan bergizi demi mendukung tumbuh kembang mereka. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni