RADARTUBAN - Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Timur, Kombes Pol Komarudin, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerjunkan tim ahli untuk memeriksa sistem pengereman bus pariwisata Sakindra Trans dengan nomor polisi DK 7942 GB.
Bus ini terlibat dalam kecelakaan tragis di Jalan Imam Bonjol, Kota Batu, pada Rabu, 8 Desember 2025, pukul 19.15 WIB.
“Dari hasil pengamatan kami, tidak ada bekas pengereman yang terlihat sejak bus memasuki ruas jalan tersebut,” jelas Kombes Komarudin kepada awak media di Surabaya.
Kombes Komarudin menyatakan, penyelidikan mendalam sedang dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan yang melibatkan banyak kendaraan tersebut.
“Saat ini, tercatat enam kendaraan roda empat dan sepuluh sepeda motor yang terlibat. Total korban berjumlah 14 orang, dengan rincian empat meninggal dunia, satu luka berat, dan sembilan luka ringan,” katanya.
Para korban luka kini dirawat di RS Karsa Husada dan RS Hasta Bhrata di Kota Batu. Polisi terus memantau kondisi korban sambil melanjutkan investigasi di lokasi kejadian.
“Jalan Imam Bonjol merupakan jalur utama yang sering dilalui warga lokal maupun wisatawan. Namun, kondisi jalan yang menurun memerlukan analisis lebih lanjut,” ujar Kombes Komarudin.
Jalan Imam Bonjol diketahui memiliki kemiringan 5–7 derajat, yang dinilai cukup berbahaya jika kendaraan kehilangan kendali, terutama akibat rem blong. Kombes Komarudin menyebut bahwa kondisi ini berpotensi menjadi salah satu penyebab fatalitas kecelakaan, apalagi jalur tersebut dipadati banyak kendaraan saat kejadian.
“Kami juga akan meminta keterangan dari para korban yang dirawat untuk membantu proses investigasi,” tambahnya.
Kapolres Batu, AKBP Andy Yudha Pranata, menjelaskan bahwa bus tersebut mengangkut 39 siswa SMK TI Bali Global bersama tiga guru usai melakukan kunjungan ke Museum Angkut.
Menurutnya, ada tiga lokasi utama kecelakaan, yakni persimpangan Sultan Agung, depan Lippo Plaza Batu, dan Jalan Pattimura.
“Pengemudi sempat mencoba membelokkan bus ke trotoar untuk menghentikan laju kendaraan, tetapi usahanya gagal. Akibatnya, kecelakaan terjadi di beberapa titik,” ujar AKBP Andy.
Dia menyampaikan belasungkawa mendalam untuk para korban yang meninggal dunia dan berharap tidak ada tambahan korban jiwa.
“Kondisi siswa dan guru yang selamat secara umum stabil, meskipun beberapa di antaranya mengalami syok,” jelas AKBP Andy.
Dia menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan Polda Jawa Timur untuk memastikan penyelidikan berlangsung transparan dan tuntas demi keadilan bagi para korban.
Kecelakaan tragis ini melibatkan bus pariwisata yang membawa rombongan siswa dari SMK TI Bali Global. Bus tersebut kehilangan kendali di Jalan Imam Bonjol, Kota Batu, hingga menabrak sejumlah kendaraan, mengakibatkan empat korban jiwa serta melukai belasan lainnya. (*)
Polisi berkomitmen untuk mengusut tuntas insiden ini, termasuk memeriksa kemungkinan kelalaian teknis dan faktor lain yang menyebabkan tragedi tersebut. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni