Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dianggap Arogan, Mayor Teddy Ungkap Sudah Tegur Patwal Diduga Kawal Mobil RI 36

Bihan Mokodompit • Minggu, 12 Januari 2025 | 01:29 WIB
Sekretaris Kabinet Mayor Teddy Indra Wijaya
Sekretaris Kabinet Mayor Teddy Indra Wijaya

RADARTUBAN - Sekretaris Kabinet Mayor Teddy Indra Wijaya akhirnya angkat bicara terkait video viral yang memperlihatkan aksi arogan petugas patroli pengawal (patwal) saat mengawal mobil berpelat nomor RI 36.

Video tersebut ramai dibahas di media sosial lantaran dinilai memperlihatkan tindakan yang kurang etis.

Mayor Teddy menegaskan bahwa petugas patwal tersebut telah ditegur, sekaligus mengimbau semua pihak untuk lebih bijak dan berhati-hati saat berada di jalan raya.

“Sudah, sudah kami tegur dan sudah diingatkan kembali semuanya agar semakin berhati-hati dan bijak saat berkendara,” ujar dia melalui pesan singkat kepada wartawan, Sabtu (11/1).

Namun, Teddy tidak memberikan informasi lebih lanjut mengenai siapa pengguna mobil RI 36 yang menjadi sorotan masyarakat dalam peristiwa ini.

 

Kejadian yang melibatkan petugas patwal itu terjadi pada Rabu (8/1) sekitar pukul 16.30 WIB di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin. Menurut keterangan polisi, kemacetan terjadi karena ada truk penambal jalan yang berhenti di lajur tengah.

Pada saat bersamaan, sebuah taksi berjenis Toyota Alphard mencoba menghindar ke kanan. Namun, kendaraan Suzuki Ertiga putih dari arah kanan juga hendak maju, yang hampir menyebabkan tabrakan.

Situasi ini membuat kendaraan taksi tersebut berhenti lebih lama hingga terjadi perdebatan kecil.

Melihat situasi tersebut, petugas patwal berinisiatif melerai dan meminta taksi Alphard untuk segera melaju guna mengurai kemacetan.

Akan tetapi, tindakan petugas patwal tersebut menjadi sorotan karena terlihat menunjukkan gestur menunjuk yang dinilai arogan.

 

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melalui Wakil Direktur Lalu Lintas AKBP Argo menjelaskan bahwa petugas patwal yang terlibat adalah Brigadir BK.

Petugas tersebut telah dipanggil untuk klarifikasi dan diberikan teguran agar lebih humanis saat bertugas.

“Saat ini anggota sudah dilakukan pemanggilan dan klarifikasi terkait kejadian tersebut serta diberikan sanksi teguran untuk lebih humanis pada saat melaksanakan giat pengawalan,” ujar AKBP Argo dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (10/1) malam.

Argo juga menyampaikan permohonan maaf atas gestur petugas patwal yang terekam dalam video dan menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi.

“Ditlantas Polda Metro Jaya meminta maaf apabila sikap gestur yang dilakukan oleh anggota dianggap tidak layak/arogan. Hal ini akan menjadi bahan evaluasi untuk giat pengawalan selanjutnya,” tambahnya.

Melalui peristiwa ini, baik dari pihak Sekretariat Kabinet maupun Polda Metro Jaya, sama-sama menekankan pentingnya menjaga sikap saat berkendara, khususnya dalam situasi yang melibatkan pengawalan kendaraan pejabat. Harapannya, peristiwa serupa tidak kembali terulang di kemudian hari. (*)

 

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#pengawalan #mobil #patwal #alpard #Mayor Teddy Indra Wijaya #RI 36 #arogan #sekretaris kabinet