Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Cara Orang Jepang Mengurangi Overthinking, 8 Teknik yang Terbukti Efektif

Nadia Nafifin • Minggu, 12 Januari 2025 | 19:05 WIB
Ilustrasi overthinking.
Ilustrasi overthinking.

RADARTUBAN - Terlalu banyak berpikir dapat terasa seperti aliran pikiran terus-menerus yang menarik kita menjauh dari kenyataan, atau yang biasa disebut dengan overthinking.

Jika terjebak dalam siklus pemikiran yang membuat cemas, beberapa teknik Jepang mungkin dapat membantu. Metode-metode ini berfokus pada kesederhanaan, perhatian penuh, dan menerima ketidaksempurnaan hidup.

 

 

Mereka menawarkan cara yang menyegarkan untuk mengatur ulang pikiran dan menemukan kejernihan di tengah kekacauan.

Berikut 8 metode mengatur pikiran dari Jepang dilansir TimesofIndia, Sabtu (11/1).

1. Ikigai: temukan tujuan hidupmu
Ikigai adalah menemukan apa yang memberi makna pada hidup Anda. Ini adalah konsep Jepang yang membantu Anda mengidentifikasi apa yang Anda sukai, apa yang Anda kuasai, apa yang dibutuhkan dunia, dan apa yang dapat Anda dapatkan bayarannya.

Saat Anda menemukan tujuan hidup Anda, siklus berpikir berlebihan mulai mereda. Anda akan merasa lebih damai dan jelas tentang apa yang harus difokuskan.

2. Wabi-sabi: merangkul ketidaksempurnaan
Wabi-sabi adalah filosofi Jepang yang merayakan ketidaksempurnaan dan sifat kehidupan yang sementara. Filosofi ini mendorong kita untuk menerima hal-hal yang tidak lengkap, usang, atau bahkan rusak.

Alih-alih mengejar kesempurnaan, filosofi ini mengajarkan kita untuk menghargai aliran alami kehidupan—yang tidak dapat diprediksi dan selalu berubah. Ketidaksempurnaan inilah yang membuat hidup menjadi kaya dan bermakna.

3. Shinrin-yoku: mandi hutan
Shinrin-yoku, atau 'mandi hutan,' lebih dari sekadar berjalan di hutan—ini tentang terhubung sepenuhnya dengan alam. Perlambat langkah Anda, bernapaslah dalam-dalam, dan perhatikan pemandangan, suara, dan bau di sekitar Anda.

Penelitian menunjukkan bahwa waktu di alam dapat menurunkan stres, meredakan kecemasan, dan menjernihkan pikiran. Melangkah keluar memberi pikiran Anda waktu istirahat yang sangat dibutuhkan.

4. Zazen: seni meditasi duduk
Zazen, salah satu bentuk meditasi duduk, merupakan landasan kesadaran ala Jepang. Meditasi ini berfokus pada duduk diam, bernapas dalam-dalam, dan membiarkan pikiran datang dan pergi tanpa menghakimi.

Latihan ini mengajarkan Anda cara mengamati pikiran tanpa terikat padanya. Bila Anda terlalu banyak berpikir, Anda akan mudah dikuasai oleh pikiran. Zazen memungkinkan Anda menjauhkan diri dari pikiran, menciptakan ruang mental tempat kedamaian dan kejernihan dapat muncul.

5. Kintsugi: seni memperbaiki
Kintsugi adalah seni Jepang untuk memperbaiki tembikar yang pecah dengan emas atau perak, menonjolkan retakan alih-alih menyembunyikannya.

Seni ini mengingatkan kita bahwa perjuangan dan kekurangan kita tidak melemahkan kita—kekurangan tersebut menjadikan kita siapa kita, unik dan tangguh. Ketika kesalahan masa lalu muncul di benak, ingatlah bahwa seperti tembikar, ketidaksempurnaan Anda menambah nilai dan keindahan dalam perjalanan Anda.

 

Baca Juga: Setelah Diviralkan Turis Jepang, Belasan Pengamen di Bogor Diamankan dan Bakal Dites Urine

 

6. Kaizen: Melakukan perbaikan kecil setiap hari
Kaizen adalah praktik melakukan perbaikan kecil dan bertahap setiap hari. Ini adalah filosofi yang mendorong kemajuan, bukan kesempurnaan. Ketika terlalu banyak berpikir menjebak Anda dalam siklus "apa selanjutnya?", kaizen mengingatkan Anda bahwa Anda tidak perlu memikirkan semuanya.

Dengan berfokus pada perbaikan kecil daripada rencana besar, Anda dapat mengurangi kecemasan dan membuat kemajuan yang stabil, selangkah demi selangkah.

7. Furo: ritual menenangkan dengan mandi air panas
Furo, atau pemandian khas Jepang, bukan hanya tentang kebersihan; ini adalah ritual relaksasi yang sakral.

Pengalaman berendam di air hangat memungkinkan Anda melepaskan diri dari dunia dan fokus pada momen saat ini. Baik itu kehangatan yang lembut atau suasana yang tenang, pemandian air panas dapat menenangkan pikiran Anda, mengurangi stres, dan menawarkan jeda singkat dari pusaran pikiran yang dapat menyebabkan pikiran berlebihan.

8. Hanami: menghargai keindahan hidup yang fana
Hanami adalah tradisi Jepang untuk mengagumi bunga sakura yang sedang mekar penuh. Bunga-bunga yang cantik ini hanya bertahan sebentar, mengingatkan kita akan sifat kehidupan yang sementara.

 

Berpikir berlebihan sering kali muncul karena takut akan hal yang tidak diketahui atau mengkhawatirkan hal-hal yang tidak dapat kita kendalikan. Hanami mengajarkan kita untuk menikmati momen, menghargai keindahan hidup yang cepat berlalu, dan melepaskan keinginan untuk mengendalikan segalanya. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#orang jepang #overthinking #Meditasi #mengatasi #berpikir #kenyataan