Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Picu Kerusakan Fasilitas Umum, Aplikasi Jagat Ubah Fitur Coin Hunt Jadi Misi Positif

Bihan Mokodompit • Jumat, 17 Januari 2025 | 15:05 WIB
Ilustrasi Koin Jagat
Ilustrasi Koin Jagat

RADARTUBAN - Co-Founder aplikasi Jagat, Barry Beagen, secara resmi menyampaikan permintaan maaf kepada Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) pada Kamis (16/1).

Hal ini terkait kontroversi fitur "Koin Jagat" dalam aplikasi mereka yang menuai protes dari masyarakat.

Barry menyatakan penyesalan atas kerugian yang ditimbulkan dan mengumumkan rencana perubahan format fitur tersebut menjadi "Misi Jagat."

“Setelah melakukan diskusi konstruktif dengan Komdigi, kami memutuskan untuk mengubah fitur Coin Hunt menjadi Misi Jagat. Tujuannya adalah mendorong pengguna memberikan kontribusi positif pada ruang publik dan fasilitas umum,” ujar Barry dalam keterangan resmi Komdigi.

 

Dalam penjelasannya, Barry mengungkapkan bahwa aplikasi Jagat telah memiliki lebih dari 1 juta pengguna aktif di Indonesia, dengan tambahan 200 ribu pengguna baru setiap harinya. 

Dia optimistis, transformasi fitur ini dapat meningkatkan kualitas ruang publik melalui partisipasi aktif generasi muda.

“Kami yakin, dengan adanya Misi Jagat, partisipasi pengguna akan berkontribusi nyata terhadap ruang publik, khususnya melalui keterlibatan generasi muda,” tambahnya.

Perubahan format ini akan mulai diterapkan dalam waktu tiga hari. Selain itu, pihaknya juga berkomitmen untuk menghapus koin-koin virtual yang berada di lokasi rawan.

Barry menambahkan, mereka akan menyediakan kanal resmi bagi pemerintah dan masyarakat untuk memantau serta melaporkan potensi kerusakan fasilitas publik akibat penggunaan aplikasi tersebut.

“Melalui Misi Jagat, kami akan mengajak pengguna terlebih dahulu memperbaiki ruang publik sebelum berburu koin kembali. Untuk saat ini, tidak akan ada koin yang dapat diburu di aplikasi,” jelas Barry.

 

Aplikasi Jagat yang dirilis pertama kali di Indonesia pada November 2022 telah menarik perhatian internasional.

Hingga saat ini, aplikasi tersebut memiliki 30 juta pengguna global, dengan sebagian besar berasal dari Jepang, Taiwan, Vietnam, dan Spanyol.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo, mengakui telah menerima banyak laporan tentang dampak negatif fitur berburu Koin Jagat pada lingkungan dan fasilitas umum di berbagai daerah.

Angga menegaskan bahwa pengembang platform digital harus mematuhi norma serta nilai hukum yang berlaku di Indonesia.

Dia juga mengingatkan bahwa pelanggaran dapat berujung pada tindakan tegas dari pemerintah.

“Merujuk pada PP No. 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, pemerintah bertanggung jawab melindungi kepentingan umum dari gangguan akibat penyalahgunaan informasi elektronik. Kami tidak akan ragu mengambil langkah tegas terhadap platform yang melanggar,” ujar Angga.

Meski demikian, Angga menyambut baik langkah Jagat untuk mengubah fitur mereka menjadi lebih positif.

“Kami mendukung pengembangan platform digital seperti Jagat selama inovasinya sejalan dengan aturan yang berlaku. Kami berharap Jagat dapat terus memberikan manfaat edukatif, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

 

Dengan transformasi fitur menjadi Misi Jagat, diharapkan aplikasi ini mampu memberikan dampak yang lebih baik bagi ruang publik sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga lingkungan dan fasilitas umum.

Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas kontroversi yang sempat mencuat di tengah masyarakat

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kerugian #rusak #aplikasi #komdigi #Jagat #koin #Misi #fasilitas umum