RADARTUBAN- Progam makan bergizi gratis pertama kali dilaksanakan di SDN 01 Bangka. Happy Farida, Istri Djarot sekaligus anggota DPD RI perwakilan Jakarta melakukan kunjungan untuk melihat secara langsung pelaksanaan program tersebut.
Dia melihat bagaimana anak-anak menerima dan menyantap makanan bergizi yang diberikan.
Selesai kegiatan, Happy membagikan hasil evaluasi berdasarkan pengamatannya di SDN 01 Bangka. Dia menghimbau pihak yang bertugas terus melakukan evaluasi secara rutin.
Hal ini untuk memastikan makanan yang diperoleh siswa benar-benar memberikan gizi yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak dan membuat mereka tumbuh sehat.
“Yang diutamakan yaitu adalah bagaimana nilai gizi dan juga yang diperhatikan adalah supaya anak-anak ini tidak sampai terkena alergi. Kadang-kadang anak-anak ini kan ada alergi ya. Nah, ini tentu kita juga harus evaluasi terus agar supaya program ini betul-betul memberikan gizi untuk untuk anak-anak kita karena kita adalah ingin anak-anak ini adalah tumbuh sehat ya,” jelas Happy.
Siswa PAUD, SD, SMP hingga SMA menjadi sasaran pelaksanaan program makanan bergizi. Meskipun berbeda usia dan jenjang Pendidikan, para siswa mendapatkan menu yang sama, yang membedakan hanya jumlah kalori yang disesuaikan dengan kebutuhan tiap usia.
Happy merasa hal ini perlu diperhatikan lagi. Makanan yang diberikan dapat dibedakan agar selain memberikan gizi yang cukup, program ini dapat menumbuhkan semangat bagi para siswa.
“Saya rasa harus dievaluasi ya, Pak. Karena kalau kita lihat anak-anak PAUD, TK, SD saya rasa mungkin penyajiannya (sebaiknya) tidak sama mungkin ya. untuk anak-anak kakak kelas yang di tingkat SMP dan SMA ini juga harus dievaluasi agar supaya anak-anak ini juga selain gizi mereka juga semangat untuk bersekolah dan juga semangat untuk makan yang bergizi,” tuturnya.
Happy menyadari bahwa orang tua memiliki tantangan yang cukup besar dalam memperhatikan gizi anak.
Terlebih, kemudahan sosial media kadang membuat anak-anak mencoba berbagai makanan tanpa melihat nilai gizinya.
Melalui progam makanan bergizi gratis ini, Happy berharap anak-anak dapat mengonsumsi sayur dan membiasakannya hingga mereka tumbuh dewasa.
“Kita lihat sekarang tantangan bagi kita dan orang tua banyak sekali. Anak-anak kita ini kan suka jajan dan mohon maaf kadang-kadang mereka itu karena kesukaan pengaruh dari sosial media." ujarnya.
Tak jarang juga mereka tidak melihat dari nilai gizi yang dikonsummsi oleh anak.Dengan demikian progam ini diharapkan mampu mengajarkan anak, untuk bisa makan makanan yang lebih sehat.
"Dengan program ini kita ajarkan anak-anak ini bisa mengenal sayur. Nah, ini anak-anak kita ini sulit sekali makan yang namanya sayur. Bagaimana kalau di sekolah mulai kecil dibiasakan makan sayur. Mudah-mudahan nanti terus sampai besar mereka juga senang dengan sayuran,” paparnya.
Untuk mencapai tujuan pelaksanaan program makan bergizi gratis ini, Happy mengajak orang tua siswa untuk berpartisipasi aktif menjaga gizi anak.
Dia khawatir jika anak-anak yang telah mengonsumsi makanan bergizi di sekolah tidak mendapatkan gizi yang baik pula saat berada di rumah atau di luar sekolah.
“Anak-anak di sekolah sudah kita makan bergizi ya. Nah, tolong yang di rumah ini juga menerapkan pola makan yang baik," katanya.
Happy juga turut megingatkan untuk tidak terlalu sering mengkonsumsi makanan instan yang saat ini ramai diperjualkan.
" Jangan hanya yang instan-instan, kadang-kadang begitu. Nah, ini juga perlu edukasi ke orang tua. Saya tadi juga ngomong sama bu dokter nih ya bahwa edukasi pemberian makan gratis ini tidak hanya pemerintah tetapi orang tua juga harus berperan aktif,” pungkasnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni